nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kim Jong-un: Perdamaian di Semenanjung Korea Sepenuhnya Tergantung AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 13:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 26 18 2048312 kim-jong-un-perdamaian-di-semenanjung-korea-sepenuhnya-tergantung-as-pfTsKT8CO2.jpg Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia. (Foto: KCNA/Reuters)

VLADIVOSTOK – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un mengatakan dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin bahwa keamanan dan perdamaian di Semenanjung Korea bergantung sepenuhnya pada sikap Amerika Serikat (AS).

Komentar Kim yang dikutip KCNA itu dipandang sebagai tekanan bagi AS agar lebih fleksibel dalam menerima tuntutan Pyongyang untuk meringankan sanksi, dibandingkan dengan sikap AS selama KTT yang gagal di Hanoi pada Februari. Sebelumnya, Pemimpin Korea Utara itu mengatakan bahwa dia akan menunggu hingga akhir tahun untuk AS menjadi lebih fleksibel.

“Situasi di semenanjung Korea dan wilayah itu sekarang terhenti dan telah mencapai titik kritis di mana dapat kembali ke keadaan semula karena AS mengambil sikap sepihak dengan itikad buruk di KTT DPRK-AS kedua yang baru-baru ini," demikian dilaporkan KCNA mengutip Kim sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (26/4/2019). DPRK adalah nama resmi dari Korea Utara.

"DPRK akan mempersiapkan dirinya untuk setiap situasi yang mungkin terjadi," kata Kim.

Dalam pertemuan itu, Kim juga mengundang Putin untuk berkunjung ke Korea Utara jika waktu memungkinkan. Undangan itu diterima oleh Putin.

Belum ada komentar dari Washington mengenai komentar Kim tersebut, tetapi Duta Besar AS untuk Jepang, William Hagerty mengatakan kepada think tank bahwa kunjungan Kim ke Rusia adalah tanda bahwa sanksi terhadap Korea Utara berfungsi. Hagerty memandang kunjungan itu sebagai upaya Kim untuk meminta bantuan dari sanksi internasional yang dijatuhkan terhadap Pyongyang.

“Apa yang kami lihat adalah penjangkauan untuk mencoba menemukan cara untuk menghadapinya (sanksi). Ada cara yang lebih sederhana untuk menghadapinya dan itu adalah denuklirisasi,” kata Hagerty.

Pembicaraan tatap muka pertama antara Putin dan Kim, yang diadakan di sebuah pulau di lepas pantai Vladivostok pada Kamis, tampaknya tidak menghasilkan terobosan besar.

Kedua pemimpin melakukan diskusi mendalam tentang cara-cara bagi negara mereka untuk mempromosikan komunikasi strategis dan kolaborasi taktis dalam rangka memastikan perdamaian dan keamanan di semenanjung Korea dan di kawasan itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini