JAKARTA - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Handi Risza menilai bahwa Tim Kampanye Nasional (TKN) sedang membentuk framing di masyarakat untuk menutupi adanya dugaan kecurangan di Pemilu 2019.
BPN dan TKN sama-sama mengklaim telah dicurangi selama proses pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Kedua kubu itu akan sama-sama membawa bukti pelanggaran ke KPU dan Bawaslu.
"Jadi apa yang dilakukan Hasto Kristiyanto ini adalah framing dalam bentuk pengalihan isu saja dari kecurangan pemilu yang terjadi secara massiv," kata Handi kepada Okezone, Jakarta, Kamis (25/4/2019).
Handi mengklaim bahwa kubu yang sebenarnya mendapatkan kecurangan adalah BPN. Menurutnya, dari beberapa temuan dilapangan, pihaknya menemukan adanya keganjilan dalam proses penghitungan suara.
"Hampir semua kecurangan berdampak terhadap pengurangan suara 02," tutur Handi.