Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPU Persilakan Bentuk TPF Kecurangan Pemilu

Fadel Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 26 April 2019 |15:36 WIB
KPU Persilakan Bentuk TPF Kecurangan Pemilu
Komisioner KPU Hasyim Asyari (Foto: Fadel Prayoga)
A
A
A

JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy'ari tak mempermasalahkan usulan pembentukan tim pencari fakta (TPF) kecurangan Pemilu 2019. Bila Hal itu dirasa dapat membantu menguak kecurangan pemilu.

"Bagi KPU terbuka saja. Kalau ada yang merasa dirugikan membentuk tim atau apa ya silakan saja. Dan kami terbuka," kata Hasyim di Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).

(Baca Juga: Pemilu Berjalan Aman dan Damai, Relawan Ma'ruf Amin Gelar Syukuran

Hasyim memastikan, akan membantu kerja dari TPF itu bila nanti memang terbentuk. Salah satu caranya dengan memberikan data, keterangan, maupun dokumen terkait yang memang dibutuhkan.

"Silakan. KPU sangat terbuka. Artinya kalau KPU diminta memberikan keterangan, membuka data dokumen untuk memperjelas situasi seperti apa kami siap," ujar dia.

(Baca Juga: Klaim Kemenangan Sebelum Hasil Resmi Dinilai Beri Pendidikan Politik yang Buruk

Ilustrasi

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mempertimbangkan untuk membentuk TPF dugaan kecurangan Pilpres 2019. Pertimbangan tersebut setelah menerima masukan dari beberapa tokoh.

Salah satunya dari aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar. Perlunya membentuk TPF, karena BPN menilai dugaan kecurangan Pilpres 2019 bersifat terstruktur, sistematis, masif dan brutal.

"Salah satu yang disarankan membentuk TPF yang disampaikan Haris Azhar. Teman-teman masyarakat sipil perlunya dibentuk TPF kecurangan pemilu," ujar Koordinator Juru Bicara (Jubir) BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, beberapa waktu lalu.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement