JAKARTA - Situasi nasional dan kondisi masyarakat memang sempat memanas ketika pelaksanaan proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang cukup panjang. Perang opini, setiap hari menghiasi ruang terbuka publik terkait dengan para jagoannya masing-masing di pesta demokrasi lima tahunan.
Lalu yang menarik menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, apakah setelah pelaksanaan Pemilu berakhir, akan terjadi potensi kekacauan situasi nasional?
Menurut Pengamat militer dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, potensi kekacauan pasca-Pemilu 2019 sangat berpotensi rendah.
"Karena kalaupun gangguan keamanan terjadi, saya berkeyakinan intensitasnya rendah dan sporadis," kata Khariul kepada Okezone, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

(Foto: Ilustrasi Pemilu/Okezone)
Baca Juga: Tak Perlu Saling Menyalahkan soal Pemilu Serentak 2019 yang Banyak Makan Korban
Kendati begitu, Khairul tetap mengimbau kepada aparat penegak hukum untuk tetap melakukan mitigasi atau deteksi dini apabila ada pihak-pihak yang mencoba ingin melakukan kekacauan usai pesta demokrasi.
"Antisipasi dini kan harus terukur dan dikelola dengan baik juga," ucap Khairul.
Namun, kata Khairul, antisipasi penjagaan dan pengamanan situasi nasional tidaklah boleh dengan cara-cara yang justru membuat resah di sosial masyarakat.
"Antisipasi berbeda dengan menakut-nakuti. Ketika berlebihan, dia berpotensi mengintimidasi dan menjadi menakutkan," kata Khairul.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.