Sehingga, lanjutnya, para petani tidak hanya bisa melakukan budidaya pada musim hujan, tetapi bisa melanjutkan budidaya pada musim kemarau.
"Yang biasa panen sekali bisa menjadi dua kali, yang biasanya dua kali menjadi tiga kali dengan memanfaatkan air yang ditampung di dalam embung," kata Sarwo Edhy.
Kemudian yang ketiga ini ada pelatihan dan pendampingan petani. Ini sangat penting untuk menjadikan petani itu lebih pintar, lebih terampil dalam melakukan budidaya. Lanjut Sarwo Edhy, saat ini sektor pertanian di Indonesia menuju pertanian modern.
"Yakni menuju ke mekanisasi, kalau dulu panen padi itu bisa 2 sampai 3 minggu baru selesai menjadi gabah, sekarang dalam waktu 3 jam dalam 1 hektar sudah bisa menjadi gabah dengan mekanisasi pertanian menggunakan combine harvester," terangnya.
Sarwo Edhy menambahkan, dengan adanya kegiatan ini tentunya para petani sangat senang sekali, karena mereka difasilitasi. Fasilitasi berkaitan dengan airnya, dengan irigasinya dengan teraseringnya sehingga para petani sangat senang dan hasilnya positif.