Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Longsor Bengkulu, Tujuh Orang Masih Tertimbun di Perkebunan Kopi

Demon Fajri , Jurnalis-Senin, 29 April 2019 |08:06 WIB
Longsor Bengkulu, Tujuh Orang Masih Tertimbun di Perkebunan Kopi
Longsor di Merigi Sakti, Bengkulu Tengah. (Foto : Demon Fajri/Okezone)
A
A
A

BENGKULU – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Tengah, Tomi Marisi, mengatakan tujuh warga di Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, masih tertimbun longsor.

Korban yang tertimbun tanah longsor tersebut berada di areal perkebunan kopi di bawah Gunung Bungkuk. Hingga saat ini, tim gabungan, masyarakat setempat masih melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun longsor.

''Ada sembilan korban yang tertimbun longsor di Kecamatan Merigi Sakti. Dua orang sudah ditemukan, tujuh lainnya masih tertimbun longsor,'' kata Tomi, saat ditemui di Gedung Daerah, Rumah Dinas Gubernur Bengkulu, pada Minggu, 28 April 2019, malam.

Di daerah tersebut, kata Tomi, sempat terisolasi. Pasalnya, akses jalan menuju daerah itu banyak ditutupi material longsor berupa tanah kuning, bebatuan berukuran cukup besar, serta pohon tumbang.

Longsor di Bengkulu (Foto : Demon Fajri/Okezone)

Karena itu, kata Tomi, pihaknya kesulitan untuk mencari dan mengevakuasi korban. Namun, jelas Tomi, hari ini akses jalan menuju wilayah itu sudah bisa dilalui dengan kendaraan. Sejumlah alat berat telah dikerahkan ke lokasi guna membersihkan material longsor.

''Pencarian korban longsor sempat terkendala karena terisolasi. Saat kejadian longsor masyarakat setempat sudah bergerak untuk mencari korban. Namun, saat ini tim gabungan sudah berada di lokasi untuk mencari para korban,'' tutur Tomi.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, tiga daerah di Bengkulu sudah ditetapkan sebagai Siaga Bencana. Tiga daerah itu adalah Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Banjir dan Longsor di Bengkulu, 10 Orang Meninggal dan 8 Belum Ditemukan

Dengan penetapan status siaga bencana itu, Rohidin menerangkan, pemerintah daerah sudah bisa mengambil langkah dalam penanggulangan bencana di daerah masing-masing untuk para korban bencana alam, baik tanah longsor maupun banjir.


Baca Juga : Berikut Identitas 17 Korban Tewas Akibat Banjir & Longsor di Bengkulu

''Status siaga bencana itu berlaku dua hingga tiga hari ke depan,'' kata Rohidin.

Saat ini, terang Rohidin, korban terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor masih membutuhkan bantuan berupa obat-obatan, tenda pengungsian, makanan siap saji, pakaian layak pakai, selimut, serta kebutuhan lainnya.


Baca Juga : BNPB Salurkan Bantuan Rp2,25 Miliar untuk Penanganan Banjir & Longsor di Bengkulu

''Korban bencana masih membutuhkan bantuan,'' kata Rohidin.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement