nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Tewas Akibat Banjir Bengkulu Bertambah Menjadi 25 Orang, 3 Lainnya Masih Hilang

Demon Fajri, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 19:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 14 340 2055667 korban-tewas-akibat-banjir-bengkulu-bertambah-menjadi-25-orang-3-lainnya-masih-hilang-zSmAEeQMrZ.jpeg Pencarian korban yang diduga tertimbun tanah longsor di Kabupaten Bengkulu Tengah. (Foto : Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU – Korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Bengkulu bertambah menjadi 25 orang meninggal dunia. Jumlah itu didapati setelah ditemukannya jasad bayi bernama Kanelo Alfareza (1,5 bulan), yang merupakan korban tanah longsor.

Korban dinyatakan hilang sejak Sabtu 27 April 2019. Sebelumnya pada Jumat, 26 April 2019, banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. Bayi korban dampak bencana alam itu merupakan anak dari pasangan suami istri (pasutri) Aidil Aksa (34) dan Mira Samita (20), warga Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Bengkulu Tengah.

Pasutri itu sebelumnya ditemukan meninggal dunia dalam bencana alam di Bengkulu Tengah. Jenazah bayi laki-laki korban bencana alam itu ditemukan tidak bernyawa di Desa Talang Boseng, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah. Tepatnya, jenazah bayi itu dtemukan di dekat jembatan di desa tersebut atau berjarak sekira puluhan kilometer dari lokasi kejadian.

''Jasad bayi laki-laki atas nama Kanelo Alfareza, sebelumnya sempat masuk dalam daftar korban hilang. Jenazah ditemukan warga di dekat Jembatan Desa Talang Boseng Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah,'' ujar Koordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Bengkulu, Indi Sastrawijaya, Selasa (14/5/2019).

Pencarian korban yang diduga tertimbun tanah longsor di Kabupaten Bengkulu Tengah. (Foto : Demon Fajri/Okezone)

Indi mengatakan, penemuan jenazah bayi korban banjir bandang dan tanah longsor di Bengkulu Tengah tersebut sudah dikoordinasikan dengan aparat kepolisian, Basarnas, dan BPBD Bengkulu Tengah.

Dengan adanya penemuan satu jenazah tersebut, sampai Indi, korban meninggal dunia bertambah menjadi 25 orang meninggal dunia. Sementara korban hilang dari empat menjadi tiga orang. Korban yang masih dinyatakan hilang itu, satu orang dari Kabupaten Kaur, satu orang dari Kabupaten Kepahiang, dan satu orang warga Desa Rajak Besi, Bengkulu Tengah.


Baca Juga : Korban Banjir dan Longsor di Bengkulu: 24 Orang Tewas, 4 Orang Hilang

Jenazah Kanelo, jelas Indi, ditemukan penduduk setempat saat hendak mengecek kebun miliknya di dekat hulu jembatan Desa Talang Boseng, Pondok Kelapa.

Ketika memeriksa kebun, warga tersebut mencium bau tidak sedap. Saat dicek, warga menemukan jasad bayi. Penemuan itu langsung dilaporkan ke kepala desa Talang Boseng dan ke Polsek Pondok Kelapa.

''Jasad sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk autopsi. Kemudian diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan di Desa Susup,'' tutur Indi.


Baca Juga : Bencana 30 Tahun Itu Kembali Menyapu Ratusan Rumah di Bengkulu

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini