nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hilang hingga Heboh di Medsos, Gadis 14 Tahun Ini Ternyata Sudah Ditiduri "Om-Om PNS"

Ade Putra, Jurnalis · Senin 29 April 2019 11:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 29 340 2049265 hilang-hingga-heboh-di-medsos-gadis-14-tahun-ini-ternyata-sudah-ditiduri-om-om-pns-IfTZWGuBCb.jpg

PONTIANAK - Oknum PNS di lingkungan Pemprov Kalimantan Barat berinisial HW, menyetubuhi seorang anak di bawah umur. Korban yang masih berusia 14 tahun itu, sebut saja namanya Melati. Pria berusia 53 tahun juga sempat dikabarkan mengancam Melati jika tak menuruti kemauannya.

Kini, pelaku sudah diamankan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, awalnya Melati dikabarkan meninggalkan rumah sejak Rabu 24 April 2019. Kehilangan itu kemudian dibuat pengumuman dengan cara diposting di setiap grup facebook (FB).

"Rabu sore dia (Melati, red) turun dari rumah. Kebetulan saat itu saya sedang sakit, drop. Kadar gula darah saya rendah hanya 35 saja. Bahkan saat diangkat dan dibawa ke rumah sakit saja saya tidak sadar. Tahu-tahu sudah ada di rumah sakit kota. Ketika sudah dipasang oksigen di hidung di pasang infus baru saya sadar," cerita Ip, ibu kandung Melati saat ditemui di Polda Kalbar, Minggu (18/4/2019) tengah malam.

Keesokan harinya, lanjut Ip, suaminya Pe bercerita bahwa Melati tak pulang-pulang. "Lalu saya tanya kemana dia pergi, bapaknya bilang tidak tahu. Kemudian saya suruh bapaknya cari. Pokoknya bagaimana pun caranya cari dia. Saya bimbang. Anak perempuan kan. Jangankan anak perempuan, anak laki-laki saja saya bimbang," terang Ip.

Kabar kehilangan ini kemudian diposting kakaknya ke salah satu grup FB. Dari postingan itu, diketahui bahwa Melati sempat berada ke Sungai Raya Dalam (Serdam). Tempat ibu angkatnya. Setelah didatangi, ibu angkat Melati mengatakan kepada Ip, bahwa Melati juga pernah bilang minta untuk dicarikan kerja. "Lalu setelah ditanya-tanya lagi kepada ibu angkatnya, anak saya bercerita telah diperkosa sama om-om itu. Di Hotel Kini katanya," papar warga Pontianak Barat ini.

Ip mengatakan, selama ini Melati tak pernah punya masalah dengan keluarga. Bahkan, perilakunya baik dimata keluarga. Takut dengan lelaki. "Tidak ada masalah apa-apa. Cuma tidak tahu kenapa dia (Melati, red) kabur dari rumah. Waktu saya sakit, dia masih sempat mengambilkan bantal dan menanyakan keadaan saya. Setelah itu dia meninggalkan uang untuk saya. Maklum bapaknya inikan ngamen. Dapat duit receh mau ditukar untuk berobat. Setelah itu, saya tidak sadar lagi, dia sudah lari," beber Ip.

Ip menjelaskan, saat ini anaknya mengalami syok berat. Selalu merasa ketakutan. Bahkan kerap pingsan. "Saya pun kaget lihat anak saya kayak gini. Pergi dari rumah bagus-bagus, tahu-tahu sudah kayak gini. Dia takut sama saya. Setiap ditanya, pasti nangis. Berkali-kali jatuh pingsan. Sempat bilang tiga kali (disetubuhi). Pelaku pun mengaku tiga kali. Saya tidak tahu tempatnya dimana. Dia tidak ada cerita sama saya, tapi dengan ibu angkatnya ada cerita," jelas Ip.

Pe, ayah Melati menuturkan, kabar kehilangan anak ini sebelumnya sempat dilaporkan di Polsek Pontianak Barat. "Saat hilang, sudah dilaporkan ke kantor polisi. Saya tidak tahu, entah dia (Melati, red) sudah berjanji atau apa dengan pelaku melalui handphone. Anak-anak saya yang lainnya memang sering melihat pelaku ini di beberapa lokasi," terangnya.

Informasi yang didapat, kata Pe, anaknya dipaksa pelaku agar memenuhi kemauannya. "Yang jelas anak saya jadi korban. Anak saya ini dipaksa, kalau tidak mau (disetubuhi) nanti kepalanya dibenturkan ke dinding. Pokoknya dipaksalah anak saya ini," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Veris Septiansyah menerangkan, pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Kalbar.

Hasil pemeriksaan sementara, diketahui awalnya korban dilaporkan hilang oleh salah satu anggota keluarganya. "Lima hari yang lalu, si korban meninggalkan rumah. Lalu kemudian ditemukan tadi siang sekitar jam dua oleh teman-teman kita di lapangan, dan ditemukannya pun di salah satu hotel di Pontianak," terang Veris.

Ketika ditemukan anggota Ditreskrimum, korban ternyata sedang bersama seseorang berinisial HW. "Jadi setelah dibawa ke Polda, dan diinterogasi pelaku mengaku bahwa dirinya telah menyetubuhi korban. Diajak berbuat tidak senonoh di TKP (hotel, red)," ujar Veris.

Ia menegaskan, hasil pemeriksaan sementara belum mendapatkan bukti kalau korban diculik. Apalagi berdasarkan dari keterangan keluarga, bahwa korban sendiri yang keluar dari rumah. "Saat ini kita sedang mencari keterangan lainnya, apakah betul dia ini diculik kemudian di pekerjakan/diperkosa atau bagaimana. Ini yang belum selesai kita lakukan penyelidikan," papar Veris.

Saat ini penyidik masih kesulitan mengambil keterangan Melati. Gadis kelahiran tahun 2005 itu belum bisa diambil keterangan karena mengalami trauma berat. "Ketika diperiksa, sudah tidur lagi. Saat ini kita juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Motifnya apa, kemudian bagaimana dia bisa ketemu dengan korbannya ini. Ini yang sedang kita dalami," papar Veris.

Nantinya pelaku akan diterapkan pada Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Profesi pelaku, jika kita lihat di KTP dia adalah seorang PNS. Kita hanya melihat fakta ya, di KTP-nya itu PNS. Pelaku pun berdomisili di Pontianak," pungkas Veris.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini