XIAN - Seorang pria di China menggugat sebuah supermarket karena telah mengurangi uang kembaliannya sebesar 0,04 yuan atau Rp85.
Penggugat, yang bernama Xiao, mengklaim bahwa setelah berbelanja di supermarket Yonghui, ia tidak menerima uang kembalian yang sesuai.
Mengutip SCMP, Selasa (30/4/2019) ia membayar 55 yuan untuk bahan makanan senilai 54,76 yuan, namun ia hanya diberi kembalian sebesar 0,20 yuan, bukan 0,24 yuan.
"Saya membayar 55 yuan dalam bentuk tunai, dan mereka memberi saya 0,2 yuan sebagai ganti," katanya.
“Mereka secara ilegal mengambil 0,04 yuan. Dengan mengajukan gugatan, saya hanya ingin mereka mengembalikan 0,04 yuan yang seharusnya menjadi milik saya.”
Pengacara yang mewakili supermarket Yonghui mengakui bahwa "sistem uang kembalian dengan mengumpulkan atau menurunkan tidak menghormati hak-hak konsumen dan menyebabkan mereka merasa tidak nyaman".
"Sehubungan dengan ini, kami meminta maaf lagi kepada Tuan Xiao dan masyarakat luas," kata pengacara itu.
Baca: Pose Telanjang di Samping Tulang Ayahnya, Pria China Mendapat Kecaman Warganet
Baca: Seorang Pria Bergantungan di Jendela Lantai 23 Apartemen Demi Melarikan Diri dari Polisi
Xiao sebenarnya tidak membutuhkan uang kembaliannya yang sebesar 0,04 yuan, tetapi dia menganggap sistem pembulatan supermarket itu curang, jadi dia memutuskan untuk menuntut mereka dan menarik perhatian, berharap sistem itu diperbaiki.
Hakim memerintahkan supermarket Yonghui membayar uang kembalian Xiao, serta 50 yuan setara Rp 105 ribu untuk biaya hukum.
Kasus ini menjadi viral di media sosial dan mendapatkan banyak dukungan dari publik. ““Saya pikir pria ini benar untuk membela hak-haknya. Banyak supermarket mempraktikkan ini, ” komentar warganet di Weibo.
(Rachmat Fahzry)