Selain itu, setiap mengetahui adanya indikasi banjir yang akan datang, jangan sampai telat menyalakan pompa. Sehingga, air tak akan tumpah ke jalan terlalu banyak karena pompa sudah siap menyedot air kali yang meluap.
"Sama pompa mesti diperhatikan, jalan jamnya mesti dipenuhi jangan ngidupin pompa telat, kalau kamu telat enggak keburu," ujarnya.
(Baca Juga: 17 Titik di Jakarta Dikepung Banjir, Anies: Penyebabnya Ada di Hulu)

Ahok pun meminta kepada awak media untuk menanyakan lebih detail ke Teguh Hendrawan yang di era kepemimpinannya didapuk sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) soal banjir yang melanda Jakarta.
Namun, ia kaget ketika wartawan memberi kabar bila Teguh sudah dicopot Gubernur Anies dari jabatannya menjadi staf pelaksana pada Biro Tata Pemerintahan.