Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengamat Sebut Pemindahan Ibu Kota Negara Sudah Sangat Relevan

Muhamad Rizky , Jurnalis-Kamis, 02 Mei 2019 |23:24 WIB
Pengamat Sebut Pemindahan Ibu Kota Negara Sudah Sangat Relevan
A
A
A

"Kita akan memindahkan ibu kota besok malam. Tidak ada seorang pun dari saudara boleh membawa harta benda. Aku juga tidak," kata Jerry menirukan menirukan Soekarno.

Kemudian disusun rencana pada tanggal 3 Januari 1946 jelang tengah malam disadur dari wikipidia, sebuah gerbong kereta yang ditarik dengan lokomotif uap C.2809 buatan Henschel, Jerman dan dimatikan lampunya berhenti di belakang rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, Menteng yang terletak di pinggir rel KA antara Stasiun Manggarai dan Gambir.

"Jumlah penduduk Indonesia saat ini 265.015 juta sedangkan di Jakarta pada 2017 menjadi 10,37 juta jiwa. Nah masalah kepadatan menjadi acuan. Apalagi masalah lain yakni noisy atau kebisingan. Kepadatan, Kebanjiran, Kebisingan, Kemacetan, Kerawanan menjadi pertimbangan ibukota dipindahkan. Jadi dalam hal ini masalah demografi dan topografi dan geografi perlu dilihat," tukasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement