nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Selidiki Kelompok Kaus Hitam yang Corat-coret Bangunan Cagar Budaya saat May Day

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 23:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 02 519 2050775 polisi-selidiki-kelompok-kaus-hitam-yang-corat-coret-bangunan-cagar-budaya-saat-may-day-xQJxjMqPxy.jpg Bangunan Cagar Budaya di Malang Dicorat-coret oleh Kelompok Berkaus Hitam saat Perayaan May Day (foto: Ist)

KOTA MALANG - Aksi kelompok kaos hitam yang melakukan corat - coret atau vandalisme di Jembatan Splendid yang menjadi bangunan cagar budaya Kota Malang, membuat polisi bergerak melakukan penyelidikan.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengungkapkan telah memerintahkan anggotanya untuk mengusut dan menyelidiki pelaku vandalisme dan menjadi bagian dari kelompok mana dan siapa saja anggotanya.

Bangunan Cagar Budaya di Malang Dicorat-Coret Kelompok Kaus Hitam saat May Day (foto: Avirista M/Okezone)

Baca Juga: Viral Bangunan Cagar Budaya Dicorat-Coret Kelompok Kaus Hitam saat May Day 

"Kami sedang melakukan penyelidikan siapa ketuanya dan berapa anggotanya masih kita selidiki," ujar Asfuri, Kamis sore (5/4/2019).

Terkait kemungkinan kelompok kaus hitam tersebut beafiliasi kelompok di Bandung yang sempat membuat kericuhan di hari buruh, pihaknya belum dapat mengindentifikasi.

"Sekali lagi kami akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Itu dari kelompok mana, siapa saja anggotanya, dan motifnya apa," lanjut Asfuri.

Nantinya bila sudah teridentifikasi Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Malang akan mengumpulkan semuanya dan melakukan pengarahan supaya tidak mengulangi perbuatannya.

"Kami akan kumpulkan nanti jika sudah ketemu bersama wali kota dan Dandim. Tapi untuk proses hukum jika merasa ada yang dirugikan, misalnya Pemkot dirugikan bisa, kalau ada yang melapor," bebernya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, belasan orang berkaus hitam melakukan aksi corat - coret di Jembatan Splendid di Jalan Gajah Mada sekitar Taman Rekreasi Kota pasca May Day 1 Mei 2019.

Massa berkaus hitam ini menuliskan 'Tolak Upah Murah' di sisi selatan jembatan yang berwarna putih dengan pilok berwarna hitam. Aksi vandalisme ini mereka rekam sendiri dan tersebar di media sosial di Kota Malang.

Baca Juga: Polri Petakan Kelompok Buruh Berpaham Anarko Sindikalisme

View this post on Instagram

#BREAKINGNEWS | Kota Malang . DEMO KOK MERUSAK CAGAR BUDAYA? Hal ini dikeluhkan oleh Tim Ahli Cagar Budaya yang mendapatkan oknum yang melakukan demo tadi, melakukan hal yang tidak patut ditiru yakni mencoret salah satu sudut cagar budaya yang dimiliki Kota Malang. Hhal ini disampaikan pengurus Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Malang, Agung Bhuana. TACB malang mengutuk keras perbuatan merusak struktur cagar budaya yg dilakukan oleh oknum pendemo hari ini. Struktur jembatan kahuripan termasuk 32 cagar budaya yg telah ditetapkan oleh walikota malang pada akhir 2018 lalu. Perbuatan mencoret2 jembatan cagar budaya melanggar Undang undang no 11 tahun 2010 dan peraturan daerah kota malang nomer 1 tahun 2018 tentang Cagar budaya dimana apabila ada yg merusak CB akan dikenai aturan yg berlaku. . Sampai saat ini belum diketahui oknum yang melakukan aksi tersebut. Iyep pendapatmu lur? . Sumber: Cagar Budaya Kota Malang ———————————————————————— Jadilah warganet yang bermanfaat untuk Malang Raya. Salurkan informasi terkait keadaan sekitar anda di seputar Malang Raya, abadikan lalu tag ke kami @acaramalang lalu gunakan hastag #acaramalang dan jangan lupa di FOLLOW ya dulur. Matur nuwun🙏🙏🙏———————————————————————— #viral #viralmalang #malangviral #acaramedia #acaramalang #viralmalang #malangviral #viral #malang #kotamalang #kabupatenmalang #kotawisatabatu #KabarMalang #infoLalinMalang #infomalang2019 #infomalangraya #infomalang #seputarmalang #tentangmalang #seputarmalangraya #mahasiswamalang #yoikimalang #ngalamlop #kabarmalangraya #updatemalang #eventmalang #amazingmalang #malangchannel

A post shared by acara malang (@acaramalang) on


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini