nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Oknum Polisi di Kalbar Diduga Cabuli Bocah 13 Tahun

Ade Putra, Jurnalis · Jum'at 03 Mei 2019 02:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 03 340 2050855 oknum-polisi-di-kalbar-diduga-cabuli-bocah-13-tahun-eXpRrEoMDf.jpg

KAYONG UTARA - Oknum kepolisian yang bertugas di Polres Kayong Utara, Kalimantan Barat diduga melakukan perbuatan tak senonoh terhadap anak di bawah umur. Saat ini, oknum berinisial Da itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Kalbar.

Informasi yang dihimpun di lapangan, Da sempat melakukan hubungan suami istri bersama korban. Sebut saja korban, Melati. Kejadian itu bermula, saat perempuan 13 tahun itu dibujuk oleh Da untuk diajak jalan-jalan, pada Sabtu, 27 April malam.

Setelah Melati mengiyakan ajakan itu, Da justru membawanya ke dalam salah satu ruangan tak jauh dari masjid yang ada di Kabupaten Kayong Utara. Pada saat bersamaan, sang ibu mencari Melati. Dan, didapatilah Melati bersama Da keluar dari dalam ruangan itu.

"Itu yang menjadi titik awal. Apa yang terjadi dalam kamar, ini yang sedang dikembangkan oleh pemeriksaan,” kata Kapolres Kayong Utara, AKBP Asep Irpan Rosadi kepada wartawan, Kamis (2/5/2019).

Namun, berdasarkan pengakuan pihak keluarga, bahwa Da membawa Melati dengan cara paksa. Kepada pihak keluarga pun Melati mengaku bahwa dia diancam Da. Ancaman itu berupa jika Melati menceritakan apa yang terjadi terhadapnya kepada siapapun, maka rumahnya akan dibakar.

Kejadian yang memalukan ini kemudian dilaporkan warga dan pihak keluarga ke Polres Kayong Utara. Dengan cepat dan tanpa ada perlakuan khusus, Da diamankan untuk ditindaklanjuti.

"Kasus ini sudah ditangani dengan serius. Bahkan pimpinan kami, Pak Kapolda memberikan petunjuk dan perintah malam itu juga. Tegakkan hukumnya, tegakkan disiplinnya, kawal, kirim ke Polda. Artinya kami tidak main-main," tegas Asep.

Setelah adanya laporan dan perintah langsung dari Kapolda Kalbar, pihak Polres Kayong Utara langsung mengirim Da ke Polda Kalbar untuk penanganan hukum yang tingkat lebih tinggi. Sehingga Asep memastikan penegakan hukum dan disiplin kepada anggota yang melanggar tetap dikedepankan. "Kami tegas dalam hal ini. Karena perilaku yang bersangkutan jika memang terbukti, itu mencoreng institusi" ujarnya.

Saat ini, kata Asep, oknum tersebut masih diperiksa di Polda Kalbar oleh Bid Propam. Sementara untuk dugaan pidananya, akan dilimpahkan ke Direktorat Reskrim Umum Polda Kalbar. "Jadi ada dua jalan yang ditempuh. Jalur internal dan jalur hukum positif," tegasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini