nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pejabat AS Sebut China Tahan Hampir 3 Juta Warga Muslim di Kamp Konsentrasi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 04 Mei 2019 16:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 04 18 2051527 pejabat-as-sebut-china-tahan-hampir-3-juta-warga-muslim-di-kamp-konsentrasi-6aqx3llDxk.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) pada Jumat menuduh China menempatkan lebih dari satu juta warga Muslim minoritas di “kamp-kamp konsentrasi”. Tuduhan tersebut merupakan kecaman paling keras yang pernah disampaikan AS terhadap Beijing terkait apa yang disebut Washington sebagai penahanan massal minoritas Muslim Uighur dan Muslim lainnya.

"Partai Komunis China menggunakan pasukan keamanan untuk pemenjaraan massal Muslim China di kamp-kamp konsentrasi," kata Kepala Kebijakan Asia Departemen Pertahanan AS, Randall Schriver dalam briefing di Pentagon briefing selama diskusi yang lebih luas tentang militer China. Schriver memperkirakan jumlah Muslim yang ditahan di lokasi-lokasi itu "mendekati 3 juta warga."

Komentar Schriver itu kemungkinan akan meningkatkan ketegangan dengan Beijing, yang sensitif terhadap kritik internasional terhadap isu tersebut. China selalu menggambarkan lokasi-lokasi penahanan tersebut sebagai pusat pelatihan pendidikan kejuruan yang bertujuan membendung ancaman ekstremisme Islam.

Schriver yang menjabat sebagai asisten menteri pertahanan, membela penggunaan istilah “kamp konsentrasi” yang biasanya dikaitkan dengan Nazi Jerman, mengatakan bahwa istilah itu digunakan dalam situasi yang tepat.

"Mengingat apa yang kita pahami sebagai besarnya penahanan, setidaknya satu juta tetapi kemungkinan lebih dekat dengan 3 juta warga dari populasi sekitar 10 juta," jelasnya sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (4/5/2019).

"Jadi sebagian besar dari populasi, mengingat apa yang terjadi di sana , apa tujuan pemerintah China dan komentar publik mereka sendiri membuat deskripsi yang sangat, saya pikir, sesuai.”

Kedutaan Cina di Washington belum menanggapi permintaan komentar.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada Kamis menggunakan istilah kamp pendidikan ulang untuk menggambarkan situs-situs tersebut. Pompeo mengatakan kegiatan yang dilakukan China itu “mengingatkannya pada tahun 1930-an.”

Pemerintah AS telah mempertimbangkan sanksi terhadap pejabat senior China di Xinjiang, sebuah wilayah luas yang berbatasan dengan Asia Tengah yang merupakan rumah bagi jutaan warga Uighur dan etnis minoritas Muslim lainnya. China telah memperingatkan bahwa pihaknya akan membalas "secara proporsional" terhadap sanksi AS.

Pejabat AS mengatakan China telah melakukan banyak aspek kriminal dalam praktik dan budaya agama di Xinjiang, termasuk hukuman karena mengajarkan teks-teks Muslim kepada anak-anak dan melarang orang tua memberi anak-anak mereka nama-nama Uighur.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini