WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) pada Jumat menuduh China menempatkan lebih dari satu juta warga Muslim minoritas di “kamp-kamp konsentrasi”. Tuduhan tersebut merupakan kecaman paling keras yang pernah disampaikan AS terhadap Beijing terkait apa yang disebut Washington sebagai penahanan massal minoritas Muslim Uighur dan Muslim lainnya.
"Partai Komunis China menggunakan pasukan keamanan untuk pemenjaraan massal Muslim China di kamp-kamp konsentrasi," kata Kepala Kebijakan Asia Departemen Pertahanan AS, Randall Schriver dalam briefing di Pentagon briefing selama diskusi yang lebih luas tentang militer China. Schriver memperkirakan jumlah Muslim yang ditahan di lokasi-lokasi itu "mendekati 3 juta warga."
Komentar Schriver itu kemungkinan akan meningkatkan ketegangan dengan Beijing, yang sensitif terhadap kritik internasional terhadap isu tersebut. China selalu menggambarkan lokasi-lokasi penahanan tersebut sebagai pusat pelatihan pendidikan kejuruan yang bertujuan membendung ancaman ekstremisme Islam.
Schriver yang menjabat sebagai asisten menteri pertahanan, membela penggunaan istilah “kamp konsentrasi” yang biasanya dikaitkan dengan Nazi Jerman, mengatakan bahwa istilah itu digunakan dalam situasi yang tepat.
"Mengingat apa yang kita pahami sebagai besarnya penahanan, setidaknya satu juta tetapi kemungkinan lebih dekat dengan 3 juta warga dari populasi sekitar 10 juta," jelasnya sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (4/5/2019).