Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Asal Usul Nyorog, Sesajen untuk Dewi Sri & Kini Jadi Ajang Silaturahmi

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Sabtu, 04 Mei 2019 |09:32 WIB
 Asal Usul <i>Nyorog</i>, Sesajen untuk Dewi Sri & Kini Jadi Ajang Silaturahmi
ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

TRADISI nyorog hingga kini masih terus dipertahankan oleh segelintir orang asli Betawi. Tradisi yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum masuknya agama Islam di Nusantara itu berasal dari bahasa Betawi yang artinya 'menghantar' atau mengantarkan sesuatu.

"Nyorog itu bahasa Betawi, artinya menghantar atau nganter. Itu bahasa arti harfiahnya begitu, jadi dia bahasa Betawi yang artinya mengantarkan sesuatu," ucap Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra saat berbincang dengan Okezone belum lama ini.

Menurut Yahya, nyorog berawal dari sebuah peristiwa ritus baritan atau upacara adat yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terkait peristiwa alam. Ya, ritus baritan merupakan refleksi antar interaksi yang melibatkan manusia, lingkungan, dan kepercayaan kepada sang pencipta.

Awalnya, nyorog merupakan ritus baritan sedekah bumi. Di mana, pada zaman dahulu sebelum Islam masuk ke Tanah Jawa, masyarakat sering membawakan makanan atau sesajen untuk dipersembahkan kepada Dewi Sri yang merupakan simbol kemakmuran.

Persembahan berbagai sesajen atau makanan itu dijadikan sebagai rasa syukur kepada Dewi kemakmuran karena telah memberikan tanah, tanaman, dan berbagai bahan makanan kepada kehidupan manusia.

Budaya BetawiFestival Budaya Betawi (Foto: Okezone)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement