nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Israel dan Palestina Capai Gencatan Senjata

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 13:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 06 18 2052047 israel-dan-palestina-capai-gencatan-senjata-2NDqIufNRq.jpg Warga Palestina di perbatasan Gaza. Foto/Reuters

GAZA - Gelombang kekerasan mematikan di Jalur Gaza dan Israel selatan mereda semalam.

Sejumlah pejabat Palestina juga melaporkan bahwa Mesir berhasil melakukan mediasi gencatan senjata pada Senin (6/5/2019) pagi.

Putaran pertempuran terbaru meletus tiga hari lalu, dengan puncaknya pada Minggu ketika sejumlah roket dan rudal dari Gaza menewaskan empat warga sipil di Israel. Sementara itu, serangan Israel menewaskan 19 warga Palestina, lebih dari setengahnya merupakan warga sipil.

Dua pejabat Palestina dan stasiun TV Hamas, penguasa garis keras di Gaza, mengungkapkan gencatan senjata disepakati pukul 0430 (0130GMT), rupanya menghentikan kekerasan meluas menjadi konflik.

Foto/Reuters 

Pejabat Israel tidak berkomentar apakah gencatan senjata telah dicapai.

Militer Israel mengatakan lebih dari 600 roket dan proyektil lainnya - lebih dari 150 di antaranya dicegat oleh sistem anti-rudal Iron Dome miliknya - ditembakkan di sejumlah kota dan desa di Israel selatan sejak Jumat. Pihaknya mengatakan telah menyerang sekitar 320 sasaran milik kelompok gerilyawan Gaza.

Namun kekerasan - bentrokan perbatasan paling parah sejak pertempuran pada November - terlihat mereda pada Senin pagi.

Sirene roket di Israel selatan, yang terus menyala selama sepekan dan menyebabkan penduduk berhamburan berlari mencari perlindungan, tak berbunyi dalam beberapa jam sebelum fajar. Militer Israel melaporkan tak ada serangan udara di Gaza.

Mesir dan PBB, yang dulu pernah menjadi mediator, telah berupaya menengahi gencatan senjata.

Trump Dukung Serangan Israel 

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS mendukung Israel 100 persen dalam pertempuran terbaru dengan Hamas di perbatasan Gaza.

Aksi serangan roket Palestina yang dibalas serangan udara Israel itu telah menewaskan empat warga sipil Israel dan sedikitnya 20 warga Palestina sejak Jumat (3/5). Ini adalah kematian warga sipil pertama di Israel akibat serangan lintas batas sejak 2014.

"Kepada penduduk Gaza -- aksi-aksi teroris terhadap Israel ini hanya akan membawa lebih banyak penderitaan. Akhiri kekerasan dan bekerja sama menuju perdamaian -- itu bisa tercapai," kata Trump dalam cuitan di Twitter, Minggu (5/5).

Foto/Reuters 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan militer untuk terus melancarkan "serangan besar-besaran" terhadap sasaran-sasaran Hamas di Gaza dalam pertempuran paling mematikan di sepanjang perbatasan dalam lima tahun.

Korban di Palestina termasuk seorang bayi 14 bulan dan bibinya yang, kata Hamas, tewas akibat serangan Israel. Namun, intelijen Israeli mengatakan mereka tewas akibat roket Palestina yang salah sasaran. Klaim kedua pihak itu belum bisa diverifikasi.

Militan Palestina telah menembakkan lebih dari 600 roket dan misil lain ke Israel sejak Jumat. Israel mengatakan kelompok militer yang lebih kecil, Islamic Jihad, yang menembakkan roket-roket itu. Tapi Israel menyebut Hamas -- yang menguasai Gaza -- sebagai pihak yang bertanggungjawab.

Militer Israel mengatakan pihaknya membalas dengan serangan udara terhadap 260 sasaran-sasaran Hamas di dalam Gaza.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini