Al-Qaeda juga disebut terus mendorong serangan terhadap AS dan negara barat lainnya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa, dalam laporan tentang ancaman terorisme global yang terbit awal 2019, menyebut al-Qaeda "muncul dengan ambisi yang lebih besar."
Kelompok itu juga disebut "tetap kuat dan aktif di beberapa wilayah, serta berambisi untuk lebih menancapkan pengaruh di dunia internasional".
Februari lalu, pimpinan badan telik sandi Inggris, Alex Young, juga menggarisbawahi potensi ancaman kebangkitan al-Qaeda.
Jaringan kerja sama
Operasi militer sengit AS yang berbasis pesawat nirawak, pimpinan yang dibunuh hingga tantangan dari ISIS memaksa al-Qaeda menerapkan taktik baru.
Mereka berhasil mengembangkan kerja sama baru atau 'membuka cabang' di Afrika, Timur Tengah, dan Asia bagian selatan.

Koalisi baru mereka adalah kelompok milisi lokal yang berakar kuat di masyarakat setempat dan telah berjanji setia pada kepemimpinan al-Qaeda.
Tidak seperti ISIS, al-Qaeda secara hati-hati tidak mengasingkan penduduk setempat.