“Saya sangat senang dan bersemangat melihat keluarga dan kolega saya. Saya tidak sabar untuk pergi ke ruang redaksi saya," kata Wa Lone di depan orang-orang yang menyambutnya dan mengucapkan selamat.
Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya dari dunia internasional untuk membebaskan mereka.
Sebelum penangkapan mereka pada Desember 2017, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo telah melakukan penyelidikan atas pembunuhan 10 pria Muslim Rohingya oleh pasukan keamanan dan warga sipil Budha di Negara Bagian Rakhine selama operasi penumpasan pemberontak yang dilakukan tentara mulaia Agustus 2017. PBB memperkirakan lebih dari 730.000 warga Rohingya terpaksa melarikan diri ke Bangladesh akibat operasi tersebut.
Laporan yang ditulis oleh kedua jurnalis itu, yang menampilkan kesaksian dari para pelaku, saksi dan keluarga para korban, dianugerahi Hadiah Pulitzer untuk pelaporan internasional pada Mei.
Setelah dibebaskan, kedua jurnalis itu diserahkan kepada Lord Ara Darzi, seorang ahli bedah Inggris dan ahli perawatan kesehatan yang telah bekerja sebagai anggota kelompok penasihat untuk pemerintah Myanmar, dan seorang perwakilan Reuters. Darzi menunggu Wa Lone dan Kyaw Soe Oo di gerbang penjara Insein di jalan di mana sekelompok wartawan dan fotografer telah menunggu.