nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kota di Filipina Larang Warganya Bergosip, Jatuhkan Denda Bagi yang Melanggar

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 07 Mei 2019 14:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 07 18 2052583 kota-di-filipina-larang-warganya-bergosip-jatuhkan-denda-bagi-yang-melanggar-bmyRpBUFxA.jpg Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

BINALONAN – Otoritas di Binalonan, sebuah kota kecil di Filipina sekira 200 kilometer dari Ibu Kota Manila telah membuat undang-undang yang membuat bergosip sebagai kegiatan yang ilegal. Hukum lokal itu dibuat untuk mencegah berbagai isu menyebar di dalam komunitas.

Menggosipkan seseorang di Binalonan bisa diganjar dengan hukuman, mulai dari denda sampai hukuman kerja sosial di bawah aturan baru yang ditujukan untuk membuat orang-orang bertanggungjawab atas apa yang mereka katakan.

Pelanggaran pertama berisiko terkena denda hingga 200 peso (sekira Rp55 ribu) dan mengumpulkan sampah selama tiga jam di jalan-jalan, sementara untuk pelanggaran yang berulang harus pelakunya dapat didenda hingga Rp285 ribu dan melakukan delapan jam kerja pelayanan masyarakat.

Undang-undang baru itu tidak begitu jelas tentang apa yang memenuhi syarat untuk digolongkan sebagai gosip, tetapi Wali Kota Ramon Guico yang dikutip Oddity Central mengatakan bahwa menyebarkan rumor tentang hubungan penduduk atau situasi keuangan mereka termasuk sebagai contoh pelanggaran yang dapat dihukum.

Meski aneh, undang-undang baru itu sebenarnya telah diberlakukan di lingkungan Moreno Binalonan sejak 2017. Banyak warga di sana telah didenda 500 peso (sekira Rp137 ribu) dan dipaksa menghabiskan sepanjang sore mengumpulkan sampah sebagai hukuman karena bergosip di depan umum.

Rupanya, tidak ada seorang pun yang pernah dikenai sanksi karena pelanggaran kedua, karena tidak seorang pun ingin dipandang sebagai penggosip.

Tindakan keras terhadap gosip dan penyebaran desas-desus diluncurkan tepat menjelang musim panas, yang dilaporkan merupakan waktu terburuk tahun ini untuk perilaku semacam itu. Ketika cuaca panas penduduk setempat terpaksa berkumpul di tempat teduh dan berbicara tentang berbagai hal, seperti siapa yang telah selingkuh pada pasangan mereka, atau siapa yang telah menumpuk hutang.

"Buang-buang waktu saja," kata Wali Kota Guico. "Anda akan berpikir orang akan memiliki sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan. Melarang gosip adalah cara kami meningkatkan kualitas hidup di kota kami. ”

Wali kota berusia 44 tahun itu mengatakan kepada pers setempat bahwa undang-undang baru itu tidak melanggar kebebasan berbicara. Dia bersikeras bahwa undang-undang itu bertujuan untuk melindungi anggota masyarakat dari fitnah.

“Tata cara ini untuk mengingatkan orang bahwa segala sesuatu yang kita katakan adalah tanggung jawab kita sebagai individu dan sebagai penduduk kotamadya ini. Kami ingin menunjukkan kepada kota-kota lain bahwa Binalonan memiliki orang-orang baik; ini adalah tempat yang baik dan aman untuk tinggal,” kata Ramon.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini