Jaringan teroris tersebut disinyalir cukup masif di beberapa daerah Indonesia dengan menyebarkan paham-pahamnya. Namun demikian, Dedi belum dapat memastikan jumlah jaringan teroris tersebut.
"Itu belum bisa disampaikan (jumlahnya). Intinya, kelompok (JAD) selalu mencari peluang dan kesempatan," ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, tim Densus 88 menangkap delapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) asal Lampung. Delapan terduga teroris tersebut ditangkap di Bitung, Tegal, dan Bekasi dalam kurun waktu tiga hari.
Salah satu sasaran utama kelompok JAD dalam melakukan aksi terornya yakni Polisi. Terduga teroris berencana membunuh polisi saat Pemilu. Para kelompok teroris tersebut sengaja memilih momentum ketika adanya unjuk rasa untuk melakukan aksi bom bunuh diri. Hal itu dilakukan untuk membuat gaduh Indonesia khususnya Jakarta.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.