nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Australia Nilai Perubahan Iklim Ancaman Serius Dibanding Terorisme

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 20:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 08 18 2053137 warga-australia-nilai-perubahan-iklim-ancaman-serius-dibanding-terorisme-fsU7Jvm6C8.png Pelajar Australia bolos sekolah ikut aksi protes perubahan iklim. Foto/Fox News

SYDNEY – Survei yang dilakukan Lowy Institute menunjukkan perubahan iklim merupakan ancaman yang lebih besar bagi warga Australia daripada terorisme.

Perubahan iklim adalah "ancaman kritis" menurut dua pertiga warga Australia. Ancaman itu lebih serius dibanding terorisme internasional, program nuklir Korea Utara, atau serangan dunia maya dari negara lain.

Ini adalah pertama kalinya perubahan iklim memimpin daftar ancaman paling serius dalam jajak pendapat Lowy Institute yang sudah berjalan lama sejak pertanyaan itu pertama kali dimasukkan pada 2006.

Jajak pendapat dilakukan antara 12 dan 15 Maret, melalui telepon dan online. Survei ditanyakan kepada 2.130 orang dewasa Australia dengan margin kesalahan sekitar 2 persen.

Pada tahun ini, 61 persen pemilih mengatakan perubahan iklim acanaman yang sangat serius dan perlu ditangani segera meski mahal.

BacaGunung Everest Menjelma Jadi Tempat Sampah Tertinggi di Dunia

Baca2 Ton Sehari, Timbunan Sampah di DIY Sudah Overload

Natasha Kassam dari Lowy Institute mengatakan bahwa temuan itu penting. "Saya pikir itu sangat penting pada saat Anda melihat pemogokan sekolah," katanya mengutip ABC News, Rabu (8/5/2019).

Laporan PBB pada Senin (6/5) menyebutkan sebanyak satu juta spesies hewan dan tanaman terancam punah akibat kegiatan manusia terhadap alam.

"Rata-rata sebanyak 25 persen spesies di kelompok tanaman dan hewan yang diperiksa terancam, sehingga muncul perkiraan bahwa satu juta spesies sudah menghadapi kepunahan, banyak dalam beberapa dasawarsa, kecuali tindakan dilakukan guna mengurangi kuatnya pengendali hilangnya keragaman hayati," kata laporan itu, yang dikumpulkan oleh 145 ahli dari 50 negara.

Ulah manusia membuat lebih banyak spesies terancam punah di seluruh dunia, lebih banyak daripada yang pernah disusun dalam kajian sistematis dari 15.000 sumber pemerintah dan ilmiah, kata laporan tersebut.

Laporan itu menyoroti angka peningkatan perubahan global pada alam selama 50 tahun belakangan ini dan berpendapat bahwa perubahan pemanfaatan lahan memiliki dampak paling negatif pada alam sejak 1970, lalu diikuti oleh eksploitasi langsung organisme, perubahan iklim, polusi dan spesies penyerbu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini