Bawa Dokumen Gerakan Papua Merdeka, 6 WNI Diamankan di Batas Negara

Edy Siswanto, Okezone · Rabu 08 Mei 2019 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 08 340 2053005 bawa-dokumen-gerakan-papua-merdeka-6-wni-diamankan-di-batas-negara-h8hzp9L0lz.jpg Foto: Istimewa

JAYAPURA - Enam orang WNI simpatisan Kelompok Sipil Bersenjata Organisasi Tentara Revolusi West Papua (TRWP) diamankan anggota Satgas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nurani (PNG), Yonif 328/Dirgahayu (DGH).

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari mengatakan, diamankannya enam orang tersebut bermula saat dilakukan pemeriksaan rutin terhadap pengunjung maupun pelintas batas negara.

“Jadi itu kemarin, Provost Praka Purnomo yang berjaga melakukan pemeriksaan rutin kepada 6 orang pelintas dari arah PNG, saat dilakukan pemeriksaan di dalam tas ditemukan sejumlah dokumen dan buku agenda serta satu buah HT terkait kegiatan dari TRWP,” kata Dansatgas, Rabu (8/5/2019).

Setelah didalami oleh Intel Satgas, diketahui bahwa rombongan 6 orang tersebut terbagi menjadi dua kelompok. “Kelompok pertama pimpinan ZW (38) dan pimpinan kelompok kedua dipimpin oleh A (48),” ujarnya.

(Baca juga: 2 Anggota TNI Ditembak OPM saat Bongkar Muat Logistik di Nduga Papua)

“ZW ini mengaku dulu pernah bergabung dengan KNPB selama dua tahun dari 2008-2010, sedangkan A anggota TRWP merupakan yang dituakan untuk membawa rombongan rapat di Kota Yako PNG,” ujarnya.

Foto: Ist

Barang-barang yang dibawa merupakan dokumen-dokumen dan buku agenda yang berisi kegiatan yang baru saja mereka lakukan di wilayah PNG. “Jadi mereka baru saja selesai melaksanakan Upacara serta Kongres di Wilayah PNG pimpinan Matias Wenda dan kemudian kembali lagi ke Indonesia,” ujarnya.

Dansatgas pun memberikan pemahaman kepada 6 orang simpatisan KSB tersebut bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah salah. “Sudah kami berikan pemahaman bahwa Indonesia sudah merdeka dan Papua merupakan bagian dari Indonesia, tidak ada dalam Negara berdiri sebuah negara,” ucapnya.

Dilanjutkan oleh Dansatgas, jajarannya akan selalu tetap mewaspadai dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap pelintas batas. “Kami akan perketat pengamanan baik terhadap pelintas dari arah PNG maupun sebaliknya dan melakukan pemeriksaan untuk meminimalisir kejadian-kejadian serupa,” ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini