AMERIKA - Sejumlah sopir taksi panggilan online Uber dan Lyft di Amerika dan Eropa hari Rabu (8/52019) waktu setempat menghentikan layanan mereka untuk memprotes apa yang mereka sebut sebagai penghasilan yang terus menurun, pada saat kedua perusahaan raksasa itu meraup milyaran dolar dari investor.
Aksi mogok itu diadakan di 10 kota Amerika, seperti Chicago, Los Angeles, San Francisco, New York dan Washington DC, dan juga di sejumlah kota besar di Eropa.
Baca juga: Masyarakat Keluhkan Kenaikan Tarif Ojek Online
Aksi protes itu terjadi menjelang penjualan saham perdana atau IPO Uber hari Jumat, di mana Uber berharap bisa menarik sembilan milyar dolar dari para investor, sehingga valuasi perusahaan itu bisa mencapai lebih dari 91 milyar dolar.
