nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dianggap Berunsur LGBT, Pemkot Padang Boikot Film "Kucumbu Tubuh Indahku"

Rus Akbar, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 10:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 09 340 2053404 dianggap-berunsur-lgbt-pemkot-padang-boikot-film-kucumbu-tubuh-indahku-lcNoIqmKmg.jpg (Foto: Rus Akbar/Okezone)

PADANG – Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menyurati Lembaga Sensor Film (LSF), Komisi Penyiaran Islam (KPI) dan pihak berwenang lainnya terkait penolakan terhadap penayangan sebuah film “Kucumbu Tubuh Indahku”.

Dalam surat dengan nomor 484/02.23/Kominfo-2019 ter tanggal 29 April 2019 itu, wali kota menyampaikan secara tegas menolak dan menyatakan keberatan atas penayangan film garapan sutradara Garin Nugroho di kota yang ia pimpin.

“Banyak hal yang membuat kita di Kota Padang memboikot penayangan film ini. Kita berharap melalui surat yang kita layangkan, dapat disikapi secara nasional dan yang jelas Kota Padang melarang film ini untuk tidak ditayangkan di bioskop-bioskop dan tempat lainnya," kata Mahyeldi di hadapan wartawan di Media Centre Pemko Padang, Kamis (9/5/2019).

"Kemudian kepada Kementerian Kominfo kita juga menyampaikan agar dapat mencekal film tersebut untuk tidak dapat ditayangkan di media sosial atau konten internet lainnya. Sebab lewat 'gadget' orang juga dapat mengakses apa saja,” ujarnya.

Foto: Ist

Mahyeldi menjelaskan, penolakan ini didasari dari berbagai pertimbangan. Selain itu, penolakan juga tak hanya dari Kota Padang, tapi juga sejumlah pemerintah daerah, seperti Kota Depok, Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Mahyeldi, konten film tersebut jelas bertentangan dengan norma agama, sosial dan nilai budaya yang dianut masyarakat di Kota Padang, yang berlandaskan Adat Basandi Syara'-Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Selain itu, konten film dinilai bisa mempengaruhi cara pandang dan membangun opini masyarakat terhadap perilaku penyimpangan seksual sebagai perbuatan yang biasa dan dapat diterima.

(Baca juga: Beredar Petisi Online Boikot Film Kucumbu Tubuh Indahku)

"Alhamdulillah Kota Padang telah mendeklarasikan diri sebagai kota yang bebas dari maksiat dan menolak komunitas LGBT dan sejenisnya, dengan komitmen bersama yang dilakukan para tokoh masyarakat, agama, dan stakeholder terkait lainnya,” ucapnya.

"Jadi penayangan film ini menurut kita dapat menimbulkan keresahan dan konflik sosial di tengah masyarakat sehingga bermuara kepada terganggunya ketertiban dan ketenteraman di Kota Padang. Kita berharap, semua masyarakat dapat memahami apa yang menjadi perhatian kita bersama. Dan sebenarnya ini yang jadi pertanyaan kita, karena LSF seharusnya lebih peka terhadap film yang akan ditayangkan dengan memproteksinya terlebih dahulu,” ujar dia.

Mahyeldi menjelaskan, Pemerintah Kota Padang berkomitmen mewujudkan visi Kota Padang sebagai kota pendidikan, perdagangan dan pariwisata yang sejahtera, religius dan berbudaya. Di samping itu sekaligus mewujudkan Padang bersih dari sampah, penyakit masyarakat dan maksiat.

"Maka itu, kita perlu menjaga dan melindungi masyarakat dari perilaku penyimpangan seksual dan hal-hal lain yang dapat memicu terjadi atau berkembangnya perilaku penyimpangan tersebut,” ujarnya.

Film ini menceritakan tentang penari lengger bernama Juno. Juno kecil diperankan oleh Raditya Evandra, sedangkan Juno remaja diperankan oleh Muhammad Khan.

Juno yang sejak kecil ditinggal ayahnya bergabung dengan sanggar tari Lengger Lanang. Tanpa diduga, tarian itu membuatnya menapaki perjalanan hidup yang berliku. Sampai pada akhirnya, Juno bisa memahami dan menerima keindahan hidup sebagai seorang penari lengger.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini