"Saya ingin mengulangi, pemilu ini bukan barang baru, kita sudah melakukannya dari tahun 55, dan sama sekali bayangkan, kalau berapa tahun peralihan pemerintahan kan sudah berapa kali dan sama sekali ya, menurut saya selalu dinikmati oleh rakyat," paparnya.
"Jadi ya memang pada saat sekarang ini semuanya menginginkan dari baik dari yang namanya 01 maupun 02 ya sudah tidak perlu ribut-ribut karena semuanya sudah diatur, dari hukum formal Indonesia, saya kira cukup ya," tambahnya.
Untuk meredam semua persoalan di Pemilu, rekonsiliasi memang disarankan oleh masing-masing paslon. Terkait hal itu, Ma'ruf Amin pun tak menampiknya, namun sampai saat ini ia mempertimbangkan rekonsiliasi setelah pengumuman resmi dari KPU, yakni pada 22 Mei.
"Tunggu proses, negosiasi tentu jalan. Tapi upaya-upaya ke arah itu kita tunggu setelah 22 Mei. 22 Mei sudah diumumkan baru kita lakukan langkah-langkah konkret," timpal Ma'ruf Amin.
Baca Juga: Ditemui Ma'ruf Amin, Megawati: Kangen-kangenan Saja!
(Fiddy Anggriawan )