nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hubungan Indonesia-Malaysia, Mahathir: Love-Hate Relationship

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 07:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 10 18 2053838 hubungan-indonesia-malaysia-mahathir-love-hate-relationship-RDBoNd63X7.jpg Mahathir (Reuters)

KUALA LUMPUR - Satu tahun sudah Perdana Menteri Mahathir Mohamad mempimpin Malaysia. Selama menjabat, dirinya pun membeberkan hubungan Indonesia dengan Malaysia selama ini.

Dalam wawancara ekslusif, dirinya mengatakan, hubungan Indonesia Malaysia kerap kali berubah-ubah. "Ini apa yang dikatakan love-hate relationship. Kita menyadari, tapi hal-hal seperti itu tidak mengganggu friendship kedua negara," ujarnya dalam wawancara ekslusif bersama Koran Sindo, Sindonews, serta iNews TV, belum lama ini.

 Baca juga: Wawancara Eksklusif Satu Tahun Kepemimpinan Mahathir Mohamad

Menurutnya, di Indonesia terdapat 250 juta penduduk dan sering terjadi keributan-keributan dalam segala aspek. Namun, hal tersebut tidak membuat persahabatan kedua negara surut.

 https://img-z.okeinfo.net/content/2019/05/03/337/2051103/wawancara-eksklusif-satu-tahun-kepemimpinan-mahathir-mohamad-0abbE17FTc.jpeg

"Bila ada demonstrasi biasanya itu dibuat oleh golongan yang kecil saja. Kami tidak pernah mempersoalkan hal itu," ujarnya.

 Baca juga: PM Mahathir Isyaratkan Akan Berkuasa Dua Tahun Lagi

Dirinya mengatakan, perubahan-perubahan terjadi di Indonesia. Tapi, tidak mengubah Malaysia yang selalu ingin hubungan negara tetangga selalu baik.

"Kita menghargai cara negara tetangga memilih demokrasi atau otokrasi, karena itu adalah hak Indonesia, kita tidak berhak campur tangan atau berpendapat tentang siapa yang sepatutnya untuk memerintah," ujarnya.

 Baca juga: Kasus Penyiksaan TKI Adelina yang Dipaksa Tidur dengan Anjing: Pengadilan Malaysia Bebaskan Majikan

Dirinya mengatakan, kalau Indonesia memilih otokrasi maka itulah pilihan Indonesia. Kalau pilih demokrasi, itu juga pilihan Indonesia.

"Dan kita (Malaysia), apapun keputusan Indonesia (tidak mencampuri), sehingga jalinan hubungan dengan negara tetangga lebih baik," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini