nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Mahathir Isyaratkan Akan Berkuasa Dua Tahun Lagi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 16:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 09 18 2053624 pm-mahathir-isyaratkan-akan-berkuasa-dua-tahun-lagi-641mjDgtvo.jpg PM Malaysia, Mahathir Mohammad. (Foto: Reuters)

PUTRAJAYA – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad pada Kamis mengatakan bahwa dia tidak akan menyelesaikan masa jabatannya dan akan mengundurkan diri setelah menyelesaikan masalah di dalam koalisi Pakatan Harapan (PH) yang diwariskan setelah membentuk pemerintahan setahun yang lalu.

Meskipun koalisi itu sebelumnya telah setuju bahwa Mahathir akan menyerahkan kendali pemerintahannya kepada sekutunya, Datuk Seri Anwar Ibrahim, tidak ada tenggat waktu yang disetujui secara resmi mengenai penyerahan tersebut.

Para pendukung Anwar bersikeras bahwa pimpinan Parti Keadilan Rakyat (PKR) itu harus mengambil alih jabatan dalam setahun.

"Kami akan melakukan sebagian besar koreksi dalam waktu dua tahun, dan setelah itu saya pikir yang lain akan memiliki lebih sedikit masalah yang harus dihadapi," kata Mahathir dalam konferensi pers dengan wartawan asing sebagaimana dilansir Straits Times, Kamis (9/5/2019).

Saat didesak untuk mengonfirmasi apakah dia bermaksud berkuasa selama dua tahun dari sekarang, Mahathir menjawab: "Saya tidak tahu apakah itu tiga tahun atau dua tahun, tetapi saya adalah perdana menteri sementara."

Mahathir, yang dua bulan lagi akan berusia 94 tahun mengatakan bahwa salah satu masalah yang sudah ditangani dalam 12 bulan pertama administrasi PH adalah korupsi, "jadi sekarang saya pikir ini adalah ekonomi" yang akan menjadi fokus pemerintahnya tahun ini.

"Fakta bahwa pemerintah sebelumnya benar-benar korup. Korupsi sekarang sangat sedikit. Orang-orang dapat melakukan bisnis dengan pemerintah sekarang tanpa membayar ekstra. Itu adalah pencapaian yang sangat penting yang berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi," katanya.

Meski mengklaim sejumlah keberhasilan, Mahathir mengatakan bahwa tidak semua janji yang disampaikan koalisi saat pada pemilihan dapat dipenuhi karena adanya hambatan finansial dan perlunya amandemen pada konstitusi.

"Untuk itu kami membutuhkan dua pertiga mayoritas (di Parlemen). Kami membutuhkan dukungan dari oposisi," katanya tentang beberapa reformasi yang bertujuan untuk mendesentralisasi kekuasaan dari perdana menteri dan mengoreksi peta pemilihan yang bias.

Koalisi PH juga menjanjikan beberapa keuntungan ekonomi, seperti menghapuskan jalan tol, tetapi sekarang merasa Departemen Keuangan tidak mampu membeli konsesi bernilai miliaran dolar.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini