nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Pelajar SMP Diciduk Usai Lempari Mapolda Riau dengan Petasan

Antara, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 05:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 10 340 2053816 2-pelajar-smp-diciduk-usai-lempari-mapolda-riau-dengan-petasan-gmm5TFNMcc.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

PEKANBARU - Sebanyak dua pelajar SMP di Kota Pekanbaru terpaksa berurusan dengan polisi setelah aksi nekat mereka melempari Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru dengan menggunakan petasan.

Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Riau, AKBP Fadly Munzir Ismail saat dikonfirmasi wartawan membenarkan insiden itu. Menurutnya, kedua bocah laki-laki berinisial IV dan WH itu masih diperiksa intensif di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

"Tadi kami ada mengamankan dua orang pelajar SMP, mereka melempari Mapolda dengan mercon," kata Fadly, dikutip dari Antaranews, Jumat (10/5/2019).

Aksi tidak terpuji itu dilakukan keduanya pada Kamis tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB. Tidak jelas alasan tindakan kedua anak baru gede itu. Namun, Fadly menduga aksi itu buntut dari upaya Polda Riau yang melakukan razia kendaraan bermotor secara masif pada Kamis malam hingga Jumat dini hari tadi.

Ratusan kendaraan bermotor didominasi roda dua diangkut oleh tim gabungan Polda Riau. Rata-rata kendaraan bermotor itu terlibat kegiatan tidak positif dan cenderung membahayakan, seperti balap liar dan lainnya. "Kemungkinan mereka tidak senang atau tidak terima dengan kegiatan yang kami lakukan malam ini," ujarnya menambahkan.

Kedua bocah tersebut diamankan oleh anggota yang kebetulan melintas sesaat keduanya melempari Mapolda Riau dengan petasan. Sementara itu, razia yang melibatkan Ditlantas Polda Riau bersama dengan Satuan Brimob Polda Riau mengamankan ratusan kendaraan bermotor di sejumlah lokasi di Pekanbaru.

Kendaraan yang terjaring razia itu rata-rata dikendarai remaja dengan cara ugal-ugalan hingga aksi balapan liar. Motor tersebut langsung dilakukan penilangan dan baru akan dilepas setelah Lebaran. Tujuannya agar ada efek jera buat mereka. Kegiatan razia ini lanjut Fadly dilakukan pasca-meningkatnya aksi kriminalitas, yang puncaknya terjadi aksi pengeroyokan hingga berujung kematian terhadap seorang remaja oleh sesama anggota geng motor belum lama ini.

"Beberapa hari belakangan angka kriminal yang dilakukan oleh pelajar meningkat. Seperti kemarin terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh remaja di bawah umur, yang diduga merupakan anggota geng motor," tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini