nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maduro: Mantan Kepala Intelijen Bantu Rencanakan Kudeta di Venezuela

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 11 Mei 2019 14:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 11 18 2054427 maduro-mantan-kepala-intelijen-bantu-rencanakan-kudeta-di-venezuela-pk0D4N4D4k.jpg Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)

CARACAS – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada Jumat menyebut mantan kepala intelijennya, Manuel Cristopher sebagai “pengkhianat” dan menuduhnya telah membantu merencanakan upaya pemberontakan militer oleh oposisi pada 30 April, yang dianggap sebagai sebuah kudeta oleh “kudeta”.

Dalam pidato di televisi pemerintah yang dilansir Reuters, Sabtu (11/5/2019), Maduro mengatakan dia memiliki kepercayaan penuh pada Menteri Pertahanan Vladimir Padrino dan Pimpinan Mahkamah Agung Maikel Moreno. Dua nama tersebut menurut para pejabat Amerika Serikat (AS) telah melakukan pembicaraan dengan pihak oposisi tentang rencana untuk menggulingkan Maduro.

Awal bulan ini militer Venezuela mengatakan telah menggagalkan rencana pemberontakan yang didorong oleh kelompok oposisi pimpinan Juan Guaido. Menyusul gagalnya rencana tersebut, pihak berwenang Venezuela telah menangkapi sejumlah tokoh oposisi termasuk Wakil Guaido, Edgar Zambrano.

Tokoh oposisi lainnya, Americo De Grazia mencari suaka di kedutaan Italia yang mendukung Guaido untuk menghindari penangkapan setelah kekebalan parlemennya dicabut. Anggota parlemen lainnya Marianella Magallanes, yang juga kehilangan kekebalannya pekan lalu juga telah mencari perlindungan di kedutaan Italia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini