JAKARTA - Untuk menyediakan 500 nasi kotak makanan berbuka puasa yang dikelola pihak Masjid Istiqlal, dibutuhkan setidaknya 10-15 orang juru masak atau koki agar hidangan tersebut bisa rampung tepat waktu.
Namun, dikarenakan pada akhir pekan jumlah makanan yang disiapkan ditambah menjadi 700 nasi kotak, maka pihak Masjid Istiqlal mengirimkan bantuan juru masak sebanyak kurang lebih lima orang.
Lantas berapakah upah yang diterima oleh mereka untuk menyiapkan makanan-berbuka bagi pengunjung Masjid Istiqlal? Ketika ditanya mengenai besaran upah yang diterima oleh juru masak yang menjadi karyawan harian lepas, Kepala Humas dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam mengaku tidak mengetahui angka pastinya.
“Nah, kalau gaji saya enggak tahu. Terus terang. Bukan bagian saya. Yang jelas manusiawi lah. Ada standarnya lah,” ujar Abu Hurairah saat berbincang dengan Okezone belum lama ini.
Abu menjelaskan, Masjid Istiqlal tetap memiliki standard rekruitmen tersendiri untuk menggunakan jasa sang juru masak. “Biasanya yang kami rekrut itu yang sudah punya pengalaman, pernah kerja di warung nasi, atau pernah usaha katering, dan sudah langganan, sudah sama-sama tahu. Ya, alhamdulillah masakanya enggak jelek-jelek amat,” tuturnya.
Saat menjumpai salah satu karyawan Koperasi Masjid Istiqlal yang sudah 5 tahun membantu menyiapkan makanan berbuka yakni Astri, ia enggan menyebutkan upah harian yang diterimanya selama menyiapkan sajian berbuka tersebut.
“Upahnya per bulan. Tapi kita tetap dapat upah harian juga. Karena kan beda,” ungkap wanita yang akrab disapa Mbak Astri itu.

Saat kembali didesak soal nominal upah yang didapat, Astri hanya tersipu malu. “Rahasia dapur lah (tertawa). Tapi sampai sekarang belum dikasih tahu berapanya. Biasanya per dua minggu kalau yang harian lepas ya,” kata dia.
Sekadar diketahui, setiap Senin hingga Jumat pihak pengelola Masjid Istiqlal menyediakan 3.500 nasi kotak, dan 4.500 khusus di akhir pekan. Namun, jumlah makanan tersebut dikerjakan bersama dengan menggandeng delapan pihak katering lainnya.
(Rizka Diputra)