nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurnalis Perempuan Terkemuka Afghanistan Ditembak Mati di Siang Hari Bolong

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 10:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 13 18 2054932 jurnalis-perempuan-terkemuka-afghanistan-ditembak-mati-di-siang-hari-bolong-8WQIYT1Cdj.jpg Foto: Pusat Koordinasi Kepresidenan Afghanistan.

KABUL – Politisi dan aktivis hak-hak perempuan di Afghanistan melakukan protes menuntut keadilan setelah seorang jurnalis terkemuka sekaligus penasihat politik dibunuh di siang hari bolong. Mina Mangal, yang bekerja sebagai presenter televisi sebelum berkarier di dunia politiknya, ditembak mati dari jarak dekat di Kabul pada Sabtu.

Polisi telah melakukan investigasi atas pembunuhan Mangal, tetapi sejauh ini masih belum diketahui siapa yang berada di balik penembakan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir BBC, Senin (13/5/2019), Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa Mangal, yang sedang dalam perjalanan untuk bekerja sebagai penasihat komisi urusan budaya parlemen Afghanistan, ditembak mati sekitar pukul 07.20 waktu setempat.

Mahkamah Agung Afghanistan, dan kelompok masyarakat sipil termasuk komisi kekerasan terhadap perempuan, telah menyerukan penyelidikan serius atas pembunuhannya.

Aktivis hak-hak wanita terkemuka Wazhma Frogh mengatakan bahwa melalui posting di Facebook baru-baru ini, Mangal mengaku telah menerima ancaman dan takut akan keselamatan nyawanya.

Sifat ancaman tidak jelas, tetapi seorang juru bicara polisi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka juga sedang menyelidiki dugaan perselisihan keluarga.

Sejak kematiannya, media sosial Afghanistan telah bersuara keras tentang tingkat kekerasan terhadap perempuan di negara itu.

Beberapa komentar menunjukkan fakta bahwa beberapa kejahatan terhadap wanita paling terkenal di Afghanistan terjadi di siang hari dan di zona hijau Ibu Kota Kabul.

"Seorang wanita terbunuh di siang hari karena seorang pria berpikir dia pantas dibunuh," tulis Wazhma Frogh.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mendokumentasikan semakin banyak kasus kekerasan berbasis gender, khususnya di daerah-daerah yang didominasi oleh Taliban. Sementara kelompok Reporters Without Borders juga mendaftarkan Afghanistan sebagai negara paling mematikan bagi jurnalis pada 2018.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini