nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baku Tembak Kembali Terjadi di Nduga Papua, DPR Beberkan Solusi kepada Pemerintah

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 08:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 14 337 2055326 baku-tembak-kembali-terjadi-di-nduga-papua-dpr-beberkan-solusi-kepada-pemerintah-ly0YJz6kdk.jpg Ilustrasi Jenazah Korban Penembakan KKSB di Papua (foto: Okezone)

JAKARTA - Penembakan antara beberapa anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga, Papua kembali terjadi pada Senin 13 Mei 2019. Akibat kejadian itu seorang anggota TNI meninggal dunia.

Menanggapi kejadian tersebut, anggota Komisi I DPR RI, Supiadin Aries Saputra menyebutkan, penyelesaian konflik dengan pihak KKSB ataupun Organisasi Papua Merdeka (OPM) harus dilakukan secara menyeluruh, yakni dari pusat hingga ke daerah.

Baca Juga: Baku Tembak TNI vs KKSB Kembali Pecah di Nduga Papua, 1 TNI Gugur 

"Penyelesaian konflik di Papua harus dilakukan melalui pendekatan yang holistik antara pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraan," ujar Supiadin kepada Okezone, Selasa (14/5/2019).

 

Menurut dia, kedua pendekatan ini harus saling melengkapi karena fakta di lapangan memang seperti itu. "Kalau hanya menggunakan pendekatan kesejahteraan, faktanya ada ancaman bersenjata dari OPM/KKSB yang juga harus ditangani," lanjutnya.

Supiadin menilai, pihak KKSB ataupun OPM sudah menjadi gerakan separatis dan didukung oleh kelompok bersenjata. Oleh sebab itu, dia berharap, kalau pemerintah bisa terus merangkul pihak KKSB untuk tetap bersatu dalam NKRI.

Mereka secara ideologi ingin memisahkan diri dari NKRI. Oleh karena itu, pemerintah harus terus berusaha dan meyakinkan kepada Kelompok OPM/KKSB, bahwa cara yang terbaik bagi rakyat Papua adalah tetap bersatu dalam NKRI.

"Pemerintah juga harus terus mengupayakan agar terus memperkecil dukungan politik luar negeri terhadap keberadaan OPM," kata Supiadin.

Baca Juga: 1 TNI Gugur, Ini Kronologi Pasukan TNI Diserang KKSB di Nduga Papua 

Dia juga menerangkan, kelompok bersenjata OPM/KKSB juga harus terus dilemahkan kekuatannya sampai titik minimal, karena adanya eksistensi kekuatan bersenjata OPM merupakan bagian dari kekuatan gerakan sparitis di Papua.

"Oleh karena itu sinergi penyelesaian masalah konflik di Papua antara pusat dan daerah harus terus diciptakan," tuturnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini