nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dibantarkan Dua Kali, KPK Pastikan Penyidikan Romi Terus Berjalan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 23:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 14 337 2055749 dibantarkan-dua-kali-kpk-pastikan-penyidikan-romi-terus-berjalan-nYkqPMwipP.jpg Pemeriksaan Perdana di KPK, Romahurmuziy Lampar Senyum di Dalam Mobil Tahanan (foto: Okezone)

JAKARTA - Eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi untuk kedua kalinya kembali dibantarkan proses penahanannya. Pasalnya, sakit yang dideritanya kembali kambuh dan diharuskan dirawat di Rumah Sakit (RS) Polri.

Meskipun begitu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah memastikan bahwa proses penyidikan Romi sebagai tersangka kasus dugaan jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) masih terus berjalan, meskipun penahanannya dibantarkan.

Baca Juga: Romi Kembali Dibantarkan ke RS Polri 

Pemeriksaan Perdana, Romahurmuziy Tebar Senyum di Dalam Mobil Tahanan

"Ini kami juga tetap akan melakukan proses penyidikan," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Febri menjelaskan, proses pembantaran tidak akan mengurangi masa penahanan terhadap Romi. Oleh sebab itu, hal itu tidak akan mengganggu proses penyidikan di lembaga antirasuah.

"Perlu kami sampaikan karena mengeluh sakit dan dari hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit Polri tersangka RMY perlu dilakukan rawat inap di Rumah Sakit Polri maka per kemarin kembali dilakukan pembantaran terhadap tersangka RMY," papar Febri.

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin. ‎Keduanya diduga sebagai pemberi suap terhadap Romi.

Baca Juga: Salah Satu Penyuap Romahurmuziy Ajukan JC ke KPK 

Dalam perkara ini, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, ‎Muafaq dan Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini