nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peredaran Narkoba Jaringan Lapas Medaeng Diungkap, 1 Kg Sabu Disita

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 03:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 14 519 2055287 peredaran-narkoba-jaringan-lapas-medaeng-diungkap-1-kg-sabu-disita-DtD0HuH8jU.jpg Peredaran Narkoba di Lapas Medaeng (foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Satreskoba Polrestabes Surabaya menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu jaringan Lapas Medaeng, Kabupaten Sidoarjo. Seorang pelaku diamankan dengan barang bukti 1 kilogram sabu-sabu.

Pelaku yang ditangkap bernama Satriono alias Dolok (49), warga Jalan Kalianak Timur Surabaya. Pelaku ditangkap tim Satreskoba di sebuah SPBU Kawasan Jalan Mastrip, Surabaya akhir April lalu.

Baca Juga: BNN Gerebek Gudang Narkoba di Bekasi, 250 Kg Sabu & Ribuan Ekstasi Disita 

Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian, menjelaskan saat itu yang bersangkutan sedang menunggu pemesan. Dimana sebelumnya sudah sepakat bertemu melalui pesan singkat.

 

Tersangka janjian dengan pemesan bertemu di kawasan SPBU Jalan Mastrip. Kemudian tim langsung bergerak melakukan penyelidikan. Polisi sudah mengantongi identitas pelaku.

"Lalu kami sebar anggota di sekitar TKP. Saat pelaku sudah di sana, langsung kami sergap. Saat digeledah, ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu. Lalu tersangka digelandang ke mako," terang Memo pada wartawan, Senin (13/5/2019).

Dalam pemeriksaan, tersangka Satriono mengaku sudah lima bulan menjalankan bisnis garam ini. Sebelum melakukan transaksi di SPBU, ia mengambil sabu di sebuah hotel kawasan Surabaya barat.

"Ngakunya dapat dari seseorang berinisial ER. Saat ini sudah kami tetapkan sebagai DPO. Anggota sudah kami sebar untuk melakukan pengembangan," papar Memo.

Baca Juga: 200 Kilogram Sabu di Bekasi Ternyata Dikirim dari Malaysia Lewat Pekanbaru 

Sementara itu, tersangka Satriono mengaku kenal dengan ER di Rutan Medaeng. Dirinya sering bertemu dengan ER, lalu Supriyono ditawari sebagai kurir.

"Dulu saya sering jenguk teman, kena kasus kriminal. Dari situ saya kenal dengan dia (ER), lalu ditawari jadi kurir. Karena nggak ada kerjaan ya saya terima. Setiap kirim dikasih Rp 5 juta," ucapnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini