Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Kemenkes Gandeng Tim Independen Gelar Autopsi Verbal

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 14:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 14 605 2055513 ratusan-petugas-kpps-meninggal-kemenkes-gandeng-tim-independen-gelar-autopsi-verbal-MKspTTTceu.jpg Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek (foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng tim independen guna menggelar otopsi verbal, atau melakukan investigasi atas kematian ratusan petugas KPPS di Pemilu serentak 2019.

"Dari Fakultas Kedokteran UI bersama dengan asosiasi ilmu pendidikan kedokteran. Akan dilakukan sebuah penelitian, yang meninggal dunia di luar rumah sakit, akan dilakukan autopsi verbal," kata Menkes Nila F. Moeloek di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Nila menegaskan, bahwa autopsi verbal bukan merupakan autopsi forensik. Artinya, penyebab kematian ditanyakan ke keluarga atau orang-orang yang ada di sekitarnya.

"Dengan begitu kita bisa mendapatkan. Diagnosis autopsi verbal ini ketepatannya 80 persen tepat," jelasnya.

 Menkes Nila F. Moeloek

Menurut dia, penelitian tim independen yang menggelar otopsi verbal sebenarnya ingin melihat bagaimana penyebab kematian "pahlawan demokrasi" secara ilimiah.

"Jadi, ini betul-betul bisa mengikuti suatu metodologi ilmiah, kita akan bisa membandingkan case control. Artinya kasus yang meninggal kita bandingkan dengan yang sama sesamanya kira-kira beban umur dan sebagainya, kita bisa melihat apa yang menjadi penyebab meninggalnya dia itu. Apakah betul adanya penyakit dengan tidak adanya penyakit," imbuhnya.

Nila memaparkan bahwa autopsi verbal bisa mengetahui seberapa besar faktor risiko pekerjaan dan beban kerja dari petugas KPPS.

"Bisa disebabkan oleh lamanya (pekerjaan) lingkungan yang nanti ke depannya bisa kita jadikan perbaikan bagaimana yang sebaiknya kita lakukan untuk petugas Pemilu," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini