nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Resmi Tangkap Eks Diplomat dan Pengusaha Kanada

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 18:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 16 18 2056623 china-resmi-tangkap-eks-diplomat-dan-pengusaha-kanada-omSLylqTOB.jpg Foto: AFP.

BEIJING – Pemerintah China pada Rabu mengatakan bahwa dua warga negara Kanada yang telah ditahan pihaknya sejak Desember telah secara resmi ditangkap atas kejahatan yang berhubungan dengan pencurian rahasia negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang mengatakan mantan diplomat Michael Kovrig diduga "mengumpulkan rahasia negara dan intelijen", sementara pengusaha Michael Spavor diduga "mencuri dan menawarkan rahasia negara" di luar negeri.

"Kanada mengecam keras penangkapan sewenang-wenang mereka seperti kami mengutuk penahanan sewenang-wenang mereka pada 10 Desember," demikian disampaikan kementerian luar negeri Kanada dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir AFP, Kamis (16/5/2019).

Meskipun tidak ada hubungan yang secara resmi dibuat, penahanan Spavor dan Kovrig dianggap sebagai balasan atas penahanan eksekutif perusahaan telekomunikasi Huawei, Meng Wanzhou yang dilakukan atas permintaan ekstradisi Amerika Serikat pada 1 Desember. Washington menuduh Meng telah melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Kedua warga Kanada itu mulanya dituduh melakukan kegiatan yang "membahayakan keamanan China" - sebuah frasa yang sering digunakan oleh Beijing ketika menuduh spionase.

China kemudian mengumumkan bahwa ia mencurigai Kovrig melakukan kegiatan mata-matai dan mencuri rahasia negara, dan menuduh bahwa Spavor telah memberinya intelijen.

Tuduhan mata-mata bisa membuat mereka dijatuhi hukuman penjara yang berat.

Kedua pria itu tidak diberikan aksesnya ke pengacara dan hanya diizinkan kunjungan konsuler bulanan. Kunjungan semacam itu terbaru datang awal pekan ini.

Tidak ada rincian penahanan para pria itu atau kondisi kesehatan mereka yang diberikan karena karena undang-undang privasi Kanada, tetapi para pejabat mengatakan mereka akan mendesak untuk akses lebih lanjut ke kedua tahanan. China juga tidak pernah mengumumkan di mana orang-orang itu ditahan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini