PDIP: Secara Teknis Pilpres Berlangsung Sederhana dan Sulit Dicurangi

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 11:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 16 605 2056391 pdip-secara-teknis-pilpres-berlangsung-sederhana-dan-sulit-dicurangi-VNzYO7CgoF.jpeg Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. (Foto : Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA – PDIP sangat menyayangkan sikap calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang menarik seluruh saksi dalam rekapitulasi di tingkat pusat. PDIP menilai sikap tersebut bertentangan dengan deklarasi pemilu damai.

"Sikap menarik saksi tidak akan mengganggu legalitas hasil rekapitulasi. Sikap itu sangat disayangkan, bertentangan dengan komitmen deklarasi pemilu damai,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/5/2019).

Ia menjelaskan, itu karena deklarasi pemilu damai yang ditandatangani seluruh paslon dan pimpinan parpol merupakan kontrak politik untuk menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan melaksanakan seluruh tahapan pemilu dengan aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoaks, politik SARA, dan politik uang.

Menurutnya, PDIP percaya pada sikap negarawan Prabowo. Ia mengatakan, selama ini Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam berbagai kesempatan juga selalu menyampaikan hal-hal positif tentang Prabowo.

“Jadi PDIP meyakini dengan melihat dukungan para tokoh nasional, kesiapan TNI dan Polri, serta kematangan rakyat Indonesia, puncak rekapitulasi pada 22 Mei 2019, situasi politik akan aman dan terkendali. Mereka yang akan memaksakan jalan di luar hukum akan berhadapan dengan hukum negara dan rakyat Indonesia," kata Hasto.

Pencoblosan pada Pemilu 2019. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)

Sementara itu, terkait klaim sepihak serta narasi kecurangan yang dibangun, hanyalah sebagai dinamika politik yang terus dimainkan bagi yang kalah. Hal ini juga biasa terjadi di pilkada.

"Secara teknis dalam pemilu berlaku dalil dari Afrika, semakin kompleks pemilu, semakin mudah dimanipulasi. Pemilu presiden (pilpres) jauh lebih sederhana daripada pemilu legislatif (pileg),” ucapnya.

Dengan demikian, lanjut Hasto, kemungkinan manipulasi dalam pilpres jauh lebih sulit daripada pileg. “Apalagi dengan jumlah pemilih yang hadir ke TPS mencapai lebih dari 155 juta," tuturnya.


Baca Juga : Bawaslu Putuskan KPU Langgar Tata Cara Situng

Apa yang ditampilkan rakyat dengan partisipasi pilpres yang begitu besar, 81,78%, dan hasil survei lebih 92% responden menerima hasil pemilu meski jagonya kalah, menunjukkan tingginya kesadaran politik rakyat dibandingkan elite politiknya.

"Mari belajar pada kematangan rakyat di dalam berpolitik. Rakyat terbukti menjadi benteng bagi pemilu jurdil," tuturnya.


Baca Juga : Prabowo Tolak Hasil Pilpres, Dedi Mulyadi: Berarti Juga Tolak Pileg 2019

(erh)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini