nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agen Federal AS Serbu Kedutaan Venezuela di Washington, Tangkapi Aktivis Anti-Kudeta

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 11:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 17 18 2056873 agen-federal-as-serbu-kedutaan-venezuela-di-washington-tangkapi-aktivis-anti-kudeta-ufR68FpOwp.jpg Foto: AFP.

WASHINGTON – Petugas penegak hukum Amerika Serikat (AS) menyerbu Kedutaan Besar Venezuela pada Kamis untuk mengusir sekelompok kecil demonstran yang memprotes kebijakan Washington terhadap negara kaya minyak tersebut. Tindakan tersebut dilakukan untuk memungkinkan AS menyerahkan kedutaan itu kepada pemimpin oposisi Juan Guaido yang mereka akui sebagai Presiden Interim Venezuela.

Sejak pertengahan April, anggota dari tiga kelompok aktivis telah menduduki kedutaan, sebuah bangunan bata merah di lingkungan kelas atas di Georgetown, Washington. Para aktivis tersebut mengatakan bahwa mereka adalah "tamu undangan" dari pemerintah Venezuela.

Para aktivis menentang intervensi AS di Venezuela untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro untuk menjadikan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

"Saya di sini berdiri sebelum Anda mengumumkan bahwa kami telah mengambilalih bangunan ini berkat diaspora Venezuela," kata Carlos Vecchio, perwakilan Guaido di Washington kepada sekelompok pendukung di luar gedung pada Kamis malam. Demikian diwartakan Reuters, Jumat (17/5/2019).

Vecchio juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintahan Presiden Donald Trump. Dia mengatakan bahwa bangunan itu sedang menjalani pemeriksaan keamanan dan akan segera dibuka untuk melakukan berbagai urusan.

Pihak berwenang menangkap empat pengunjuk rasa terakhir pada Kamis setelah memutus semua utilitas bangunan dan para aktivis mengabaikan perintah pengusiran.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemerintah Guaido, yang diakui Washington sebagai pemimpin Venezuela, telah meminta bantuan AS untuk mengeluarkan para pengunjuk rasa dari kedutaan.

"Pemerintah Venezuela, yang dipimpin oleh Presiden Sementara Juan Guaido ... telah meminta para penyusup meninggalkan tempat itu," kata juru bicara itu.

Tidak ada satu pun lembaga yang mengidentifikasi tuduhan apa yang dihadapi para demonstran.

Ketegangan meningkat antara AS dan Venezuela ketika Washington telah meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Maduro, yang mereka sebut tidak sah.

Maduro, yang mengecap Guaido sebagai boneka AS yang berusaha menggulingkannya dalam kudeta, memutuskan hubungan dengan AS dan menarik semua staf diplomatik dan konsulernya setelah Washington menyatakan mengakui Guaido sebagai Presiden Venezuela.

Perwakilan Guaido telah mengambil kendali atas tiga properti diplomatik negara itu di AS pada Maret.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini