nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Banjir di Sigi Sulteng Butuh Makanan dan Pakaian

Antara, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 12:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 17 340 2056881 korban-banjir-di-sigi-sulteng-butuh-makanan-dan-pakaian-UDbIzrki3k.jpg Bencana melanda Sigi (Foto: BBC)

SIGI - Sejumlah warga korban bencana alam banjir bandang di dua kecamatan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), hingga kini masih membutuhkan bantuan logistik, terutama bahan makanan, pakaian dan peralatan dapur dan rumah tangga. Sebab, kebanyakan rumah mereka rusak dan tertimbun lumpur saat bencana terjadi.

"Kami sekarang hanya berharap bantuan dari pemerintah dan pihak-pihak yang peduli kemanusiaan," kata Ny Nurdin, seorang warga di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan di lokasi pengungsian seperti dikutip Antaranews, Jumat (17/5/2019).

(Baca Juga: Kerugian Gempa Sulawesi Tengah Capai Rp18,48 Triliun

Ibu rumah tangga empat anak tersebut mengaku tidak lagi memiliki rumah, karena telah diterjang banjir bandang. "Semua harta benda dalam rumah habis terkubur lumpur," kata dia.

JK saat menyambangi korban bencana di Sigi 

Untuk sementara ini, katanya, terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi memprihatinkan, terutama saat datang hujan dipastikan mereka terusik.

Namun demikian, semuanya harus dijalani dan diterima dengan lapang dada, meski secara manusia bencana alam yang terjadi telah membuat banyak warga di Desa Bangga dan beberapa desa tetangga lainnya di Kecamatan Dolo Selatan menjadi sengsara dan menderita karena kehilangan rumah dan juga harta benda.

Karena itu, rata-rata warga korban bencana alam di wilayah itu masih memerlukan adanya bantuan dari semua pihak yang peduli dengan musibah alam tersebut.

Hal senada juga disampaikan Ny Murni, seorang warga korban banjir bandang di Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Ia juga mengatakan tidak lagi memiliki rumah, karena telah diterjang banjir pada beberapa waktu lalu.

"Saya juga saat ini tinggal bersama beberapa warga lainnya di tenda darurat," ujarnya.

Dia sangat membutuhkan bantuan, terutama bahan makanan, peralatan dapur, rumah tangga dan juga alat-alat pertanian seperti sekop, cangkul, sabit, parang, karena semuanya telah diterjang banjir.

Untuk menggarap kebun, dia butuh peralatan dimaksud. Apalagi selama ini suaminya hanyalah seorang petani. "Kami hidup dari hasil kebun," kata dia.

Banjir bandang yang menghajar dua kecamatan di Kabupaten Sigi beberapa waktu lalu tersebut sempat memutuskan akses jalan yang menghubungkan Kota Palu dengan sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi.

(Baca Juga: Gempa 5,9 SR Guncang Donggala Sulteng, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Jalan antara Desa Saluki dan Desa Tuva putus total diterjang banjir bandang yang memporak-porandakan sejumlah desa di dua kecamatan yakni Gumbasa dan Dolo Selatan.

Kabupaten Sigi pada 28 September 2018 juga mengalami dampak parah dilanda gempa bumi berskala 7,4 SR yang mengakibatkan terjadinya likuifaksi di dua wilayah permukiman penduduk di Kecamatan Biromaru dan Kecamatan Tanambulava.

Bencana tersebut juga menelan korban jiwa mencapai ribuan orang dan kerusakan infranstruktur jalan, jembatan, irigasi, listrik, telekomunikasi, gedung perkantoran, lahan pertanian, lahan perkebunan, gedung sekolah, sarana ibadah, rumah sakit, puskesmas yang cukup parah dan tidak bisa digunakan lagi.

Pemerintah pusat dan daerah saat ini sedang mengupayakan secara bertahap melakukan perbaikan dan pembangunan kembali , termasuk rumah-rumah penduduk yang rusak diterjang bencana alam tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini