YOGYAKARTA – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY menemukan adanya modus baru penyalahgunaan pengawet tekstil untuk makanan. Produsen nakal kini berusaha mengelabuhi dengan menyamarkan warna makanan yang sebelumnya telah dicampurkan bahan Rhodamin B.
Kepala BPOM DIY, Rustyawati, mengungkap adanya makanan berkamuflase Rhodamin B berdasar temuan di Pasar Arjosari Gunungkidul beberapa waktu lalu. Di salah satu produk kerupuk ditemukan hal menarik di mana warna identik Rhodamin B kini tak lagi pink atau merah muda.
“Ternyata warnannya sudah jadi oranya kecoklatan dan ada juga yang ungu seperti buah naga. Ketika kita tes ternyata positif Rhodamin B. Entah produsen mencampur pewarna makanan atau bukan yang jelas itu positif Rhodamin B,” ucapnya pada wartawan Jumat (17/5/2019).

BPOM bersama Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) termasuk didalamnya Satgas Pangan tengah menelusuri ujung pangkal produsen makanan dengan bahan berbahaya tersebut yang berada di luar wilayah DIY. Sementara BPOM menghimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih makanan yang berwarna lantaran saat ini tak lagi bisa diidentikkan pink atau kuning.