“Cukup sulit saat ini mengedukasi, kami akui itu karena produsen yang nakal pasti berusaha mengelabuhi terus dan itu logis sekali. Masyarakat harus lebih berhati-hati dengan makanan yang berwarna-warna, kalau curiga jangan beli,” katanya.
Baca Juga :
Sepanjang Ramadan 2019, BPOM telah memeriksa 130 sampel makanan di berbagai pasar di DIY seperti Pasar Bantul, Bendungan, Pasar Wates, Pasar Niten, Pasar Prambanan hingga Beringharjo. Ditemukan 14 persen yang mengandung bahan berbahaya seperti Borax, Formalin dan Rhodamin B dari beberapa jenis misalnya kerupuk, lempeng, rengginang, cumi dan teri nasi.
“Namun begitu persentase dari awal Ramadhan sudah mengalami penurunan dari 17 persen jadi 14 persen. Kami akan terus bergerak sampai nanti Lebaran usai agar masyarakat mendapat keamanan dalam mengonsumsi makanan, kami bersama Satgas Pangan Polda DIY,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.