nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Agung Erupsi Cukup Besar, Lontaran Lava Pijar Sejauh 2.500 Meter

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Sabtu 18 Mei 2019 07:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 18 244 2057265 gunung-agung-erupsi-cukup-besar-lontaran-lava-pijar-sejauh-2-500-meter-ozON1BkjQS.jpg Kawah Gunung Agung (Dok BNPB)

AMLAPURA – Gunung Agung di Bali kembali erupsi, Sabtu (18/5/2019) dini hari. Erupsi yang terjadi cukup besar karena ketinggian kolom abu mencapai 2 kilometer dan lontaran lava pijar mencapai 2.500 meter 2,5 kilometer di puncak Giri Tohlangkir –sebutan lain untuk Gunung Agung-.

Kendati kembali erupsi, status Gunung Agung masih level III atau Siaga dan VONA masih orange. Artinya penerbangan di Bandara Internasional tidak terganggu.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, I Dewa Made Mertayasa, mengatakan, erupsi Gunung Agung terjadi pada pukul 02.09 Wita tadi. Erupsi terekam seismograf dengan amlitudo maksimal 25 mm dengan durasi2 menit 57 detik.

“Erupsi cukup besar. Kolom abu akibat erupsi tadi, ketinggiannya mencapai 2 kilometer di puncak dengan warna kelabu dengan intensitas tebal. Erupsi juga disertai lontaran lava pijar menuju ke segala arah dengan jangkauan radius 2,5 kilometer,” katanya seperti dilaporkan Balipost.

Mertayasa mengakui, jika belakangan ini Gunung Agung memang lebih sering mengalami erupsi. Itu artinya, aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi. Karena masih ada pergerakan fluida atau magma menuju ke permukaan kawah.Pendeteksi gempa

Dengan kondisi itu, potensi untuk terjadinya erupsi susulan masih sangat besar terjadi.

“Potensi erupsi masih besar. Kapanpun bisa terjadi. Sesuai keinginan gunungnya. Belakangan ini erupsi lebih sering terjadi pada malam hari. Tapi, warga tak perlu khawatir potensi radius bahaya masih 4 kilomter. Jadi, warga di luar 4 kilometer masih biasa melakukan aktivitas,” kata Dewa Mertayasa.

Atas kondisi itu, pihaknya tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat tidak melakukan aktivitas di radius 4 kilometer. Termasuk melakukan aktivitas pendakian ke puncak Gunung Agung.

Karena itu sangat membahayakan. Terlebih erupsi sekarang ini melontarkan lava pijar. Bila lontaran itu mengenai tubuh akan sangat berbahaya dan mengancam keselamatan.

Atas erupsi yang kembali terjadi, sejumlah wilayah di Karangasem terpapar hujan abu vulkanik. Wilayah yang terpapar abu meliputi Dusun Cutcut, Dusun Tongtongan, Dusun Bonyoh, Dusun Temakung, Desa Ban Kecamatan Kubu.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini