JAKARTA - Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK), Gufroni menilai sembilan anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberatasan Korupsi (Pansel Capim KPK) yang telah ditetapkan Jokowi bermasalah.
Menururnya, dari kesembilan nama yang dipilih, ada yang pernah menjabat sebagai pansel sebelumnya atau empat tahun lalu. Kinerja orang tersebut dinilai buruk sehingga berdampak pada pemilihan pimpinan KPK.
Selain itu, ujar Gufroni, ada juga nama-nama yang terindikasi memiliki hubungan dekat dengan instansi kepolisian. Sehingga diduga, penempatan nama-nama tersebut adalah upaya polisi untuk mengendalikan KPK.
(Baca juga: 9 Anggota Pansel Capim KPK Ditetapkan, ICW Sebut Ada yang Bermasalah)
"Maka kemungkinan besar unsur dari kepolisian akan banyak yang daftar sebagai calon pimpinan KPK kita lihat saja nanti," kata Gufroni kepada Okezone, Minggu (20/5/2019).
Gufroni khawatir pemilihan anggota pansel saat ini tak akan menghasilkan calon pimpinan KPK yang lebih baik dari yang saat ini. Alih-alih justru akan melahirkan anggota KPK yang lebih buruk kinerjanya," ucapnya.
"Selain itu, dari sekian nama Pansel tidak ada yang berlatar belakang sebagai tokoh antikorupsi. Kami yakin bahwa proses seleksi nanti dipastikan tidak akan menghasilkan pimpinan KPK yang lebih berintegritas, tapi justru lebih buruk dari pimpinan KPK periode saat ini. Kami menduga KPK akan dikuasai sepenuhnyaoleh satu kelompok tertentu dan KPK semakin dilemahkan," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)