nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satgas Yonmek 741 Buka Bengkel Servis Elektronik Gratis

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 18:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 19 340 2057645 satgas-yonmek-741-buka-bengkel-servis-elektronik-gratis-EKHx2jvgty.JPG Prajurit Yonmek 741 perbaiki barang elektronik milik warga (Foto: Dispenad)

JAKARTA - Untuk membantu warga Eban agar tidak memperbaiki peralatan elektronika hingga puluhan kilometer, Satgas Pamtas Yonmek 741/GN membuka bengkel servis barang elektronik gratis di Pos Kotis. Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 741/GN, Mayor Inf Hendra Saputra, Minggu (19/5/2019).

Hendra menjelaskan pelayanan servis elektronik gratis yang diberikan Satgas kepada masyarakat dikarenakan di Desa Eban tidak ada warga yang membuka bengkel.

"Sehingga untuk memperbaiki barang elektroniknya, warga harus rela menempuh jarak puluhan kilometer ke Kefa,’’ ujarnya.

Selain itu lanjut Hendra, pengetahuan warga juga minim, sehingga jika peralatannya rusak, mereka simpan begitu saja menjadi barang rongsokan.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Hendra, Peleton Komunikasi (Ton Kom) Satgas yang berada di Pos Kotis, berinisiatif membuka kesempatan bagi warga untuk memperbaiki peralatan elektroniknya di Pos Kotis.

"Kita bantu warga memperbaiki berbagai elektronik yang rusak seperti sound sistem, televisi, pemanas air, kulkas, mesin cukur rambut serta barang elektronik lainnya. Itu kita lakukan sukarela alias gratis," kata dia.

Kecuali untuk pembelian komponen atau suku cadang yang terkadang dibantu cari jika ada anggota yang bertugas ke kota. Kemudian Hendra menceritakan tentang perbaikan sound milik Martinus Phobia (58) oleh anggota Ton Kom, Kopda Mirot dan Prada Kanzul.

“Seperti kemarin, Kopda Mirot dan Prada Kanzul membantu memperbaiki sound milik Pak Martinus. Oleh karena melihat banyak warga yang memperbaiki peralatan elektronik di sini (Pos Kotis), beliau membawa soundnya untuk di perbaiki," tuturnya.

Prajurit TNI AD bantu servis elektronik

Selama ini, kata Hendra, warga Eban harus menempuh puluhan kilometer hanya untuk memperbaiki peralatan elektroniknya.

"Selain memakan waktu, juga biaya perbaikan akan menjadi mahal karena ada penambahan biaya transportasi," kata Hendra.

Dia berharap dengan adanya layanan tersebut, mampu menciptakan hubungan baik antara Satgas dengan warga dalam rangka mendukung perlaksanaan tugas didaerah perbatasan RI-Timor Leste.

"Yang paling utama bagi kami, melihat warga merasa aman, senang dan gembira, terutama anak-anaknya," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini