nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolda Jateng: Rencana Aksi 22 Mei Tak Perlu Dibesar-besarkan

Taufik Budi, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 14:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 19 512 2057538 kapolda-jateng-rencana-aksi-22-mei-tak-perlu-dibesar-besarkan-j2wFkw2cua.JPG Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelda Dahniel (Foto: Okezone)

SEMARANG - Aparat TNI-Polri akan disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi massa pada 22 Mei 2019, bersamaan dengan penetapan hasil Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terlebih, hingga saat ini marak ajakan melalui media sosial (medsos) untuk turun ke jalan oleh pihak-pihak yang berupaya mendelegitimasi hasil Pemilu.

"22 Mei, sebagaimana disebarkan di medsos ini tak perlu dibesar-besarkan. Ini adalah merupakan pesta rakyat seluruh rakyat Indonesia. Kita akan melihat hasil rekapitulasi suara yang dihitung," ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Sabtu, 18 Mei 2019 kemarin.

Mantan Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) itu menyebut, situasi dan kondisi di Jawa Tengah saat ini relatif kondusif. Terbukti sejak masa pencoblosan 17 April 2019 hingga penghitungan di KPU Jateng, tidak ada gejolak berarti di masyarakat.

"Tentu kita harus sikapi dengan sangat dewasa. Saya yakin masyarakat Jawa Tengah sangat demokratis, dewasa. Dengan (pengalaman) kemarin perhitungan dari TPS sampai provinsi berlangsung sejuk, damai, sehingga Insya Allah di tingkat nasional seluruh masyarakat akan mendukung penuh. Jateng akan mendukung penuh yang dilakukan oleh KPU," tuturnya.

Meski demikian, pihaknya dibantu aparat TNI tetap melakukan langkah antisipasi pengamanan dengan menyiapkan pasukan. "Pengamanan pasti ada. Kan tugasnya polisi dengan tentara untuk mengamankan masyarakat," kata dia.

Ilustrasi Aksi Massa

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi menyatakan kesiapannya untuk membantu Polri menciptakan suasana kondusif. "Kita sudah siap (pengamanan). Tugas kami juga mem-backup Bapak Kapolda khususnya untuk pengamanan di wilayah Jawa Tengah," kata Effendi.

Kehidupan demokrasi berbangsa bernegara lanjut dia, merupakan sesuatu yang sudah berjalan rutin. "Tidak perlu dimaknai secara berlebihan. Mari kita kedepankan perasaan persatuan persaudaraan. TNI-Polri siap (menjaga keamanan-red)," kata dia.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini