nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerakan People Power Justru Timbulkan Perpecahan Antar Anak Bangsa

Syamsul Maarif, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 21:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 19 525 2057681 gerakan-people-power-justru-timbulkan-perpecahan-antar-anak-bangsa-w6BA3WZSz7.JPG Kegiatan rakor lintas sektoral di Mapolres Ciamis (Foto: Ist)

CIAMIS – Isu gerakan people power atau yang belakangan dinamakan gerakan kedaulatan rakyat terus mendapat penolakan, salah satunya dari Ciamis dan Pangandaran, Jawa Barat. Reaksi penolakan itu turut disuarakan oleh Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana.

"People power yang mana lagi? People power itu 17 April kemarin (pelaksanaan Pemilu 2019-red) untuk menegakkan kekuasaan, untuk memilih siapa yang berkuasa memimpin negeri ini, sudah selesai," kata Nanang, Minggu (19/5/2019).

Menurutnya, bila ada gerakan people power lain, maka itu jelas itu merupakan people power tandingan yang artinya ilegal. Sebab kata dia, people power tersebut tak lain ialah disinyalir untuk 'menggoyang' kekuasaan.

"Data survei 70 persen rakyat puas terhadap kepemimpinan Pak Jokowi. Lebih baik dari pada people power, nonton power rangers saja ya," katanya menyindir.

Penolakan terhadap gerakan kedaulatan rakyat juga diserukan Ketua GP Ansor Kabupaten Ciamis, Dandeu Rifai. Menurutnya, bulan Ramadan diharapkan bisa dijadikan momentum untuk mempersatukan kembali perbedaan yang terjadi selama proses Pilpres dan Pileg.

Ilustrasi Aksi Massa

“Apalagi sekarang bulan Ramadan. Seperti diketahui bahwa bulan suci ini penuh dengan keberkahan. Beribadah dan berbuat baik selama bulan ramadhan tentu akan mendapat pahala yang lebih. Kami mangajak kepada semua elemen bangsa untuk bersama-sama merekatkan persatuan dan kesatuan," kata Rifai.

Semua pihak kata dia, harus menghormati hasil pemilu yang nantinya diumumkan oleh KPU. Adapun kelompok yang merasa tidak puas, kata dia, sebaiknya menempuh jalur hukum, yakni melalui gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Menyalurkan pendapat melalui aksi people power tentu tindakan yang tidak dikehendaki mayoritas rakyat. Karena rakyat mengingatnya pada peristiwa people power tahun 1998 yang berbuntut kerusuhan dan situasi mencekam. Jadi, aksi people power bukan hal yang baik dan malah berpotensi terjadi perpecahan antar anak bangsa,” tutupnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini