JAKARTA - Ratusan massa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar aksi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Mereka memberikan dukungan kepada Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik meskipun kerap mendapatkan adanya upaya intervensi.
Ketua Pimpinan Pusat IPNU, Khairul Anwar Simatupang mengatakan jika pihaknya menolak semua bentuk provokasi, upaya inkonstitusional, baik itu berupa pengerahan massa alias people power dan bentuk lainnya. Sebab hal itu akan merusak sistem demokrasi Indonesia dan memecah belah bangsa.
“Saat ini bermunculan opini yang mencoba untuk mendelegitimasi penyelenggara Pemilu baik itu KPU maupun Bawaslu. Oleh karena itu IPNU saat ini memberikan tiga pernyataan sikap,” kata Khairul di Bawaslu RI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Dilanjutkannya, IPNU memberikan dukungan dan apresesiasi kepada seluruh penyelenggara Pemilu yaitu KPU dan Bawaslu di setiap tingkatan mulai dari pusat, hingga tingkat TPS.
Lalu, sambung dia, pihaknya menolak segala upaya mendelegitimasi para penyelenggara pemilu dan upaya-upaya inkonstitusional seperti people power yang dapat memecah belah bangsa.