YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyebut para petugas pemilu yang gugur usai mejalankan tugasnya adalah mujahid bangsa. Pemerintah harus menunjukkan simpati atas lebih dari 550 petugas yang tewas usai melaksanakan pemilu.
“PP Muhammadiyah juga menyaampaikan rasa bela sungkawa terhadap petugas KPPS yang meninggal sebagai mujahid bangsa,” terang Haedar Nashir, usai bertemu dengan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (21/5/2019).
Baca Juga: Ratusan Petugas Penyelenggara Pemilu Meninggal, Ombudsman: Negara Maladministrasi
Mereka yang meninggal dunia, telah berjuang untuk bangsa dan Negara. Untuk itulah pemerintah dan semua pihak harus menunjukkan simpati dan bela sungkawa atas peristiwa ini.
Haedar juga meminta kepada Penyelenggara pemilu, pemerintah, dan paprol agar sikapi dan evaluasi pelaksanaan pemilu 2019. Ini dirasakan penting agar kedepan tidak ada korban dan tidak ada lagi penyelenggaran yang tidak luber jurdil dan sisakan masalah.
“Kami yakin dengan evaluasi seksama pemilu 2024 akan lebih baik,” terang Haedar.
Baca Juga: Gali Penyebab Kematian Petugas KPPS, Komnas HAM Temui Pihak Keluarga
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.