nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Motif Pembakaran Polsek Tambelangan

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 14:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 23 519 2059488 ini-motif-pembakaran-polsek-tambelangan-1muL1Nk1zx.jpg Kapolda Jatim, Irjen Luki (foto: Syaiful/Okezone)

SURABAYA - Kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang menjadi atensi Polda Jatim untuk diungkap siapa pelaku dan motifnya. Bahkan Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI R Wisnoe dan Gubernur Jatim Khofifah pergi ke Sampang untuk melihat langsung lokasi kajadian.

Tidak hanya itu, Kapolda Jatim juga ingin bertemu dengan kepala daerah dan sejumlah tokoh ulama untuk membicarakan persoalan tersebut, termasuk mencari solusinya. Ternyata motif dibalik dibakarnya Polsek Tambelangan lantaran adanya informasi yang menyebutkan ada warga madura ditangkap di Jakarta.

(Baca juga: Pasca Mapolsek Tambelangan Dibakar, Polda Jatim Kirim 300 Personel)

(Baca juga: Polsek Tambelangan Sampang Dibakar Massa)

 Illustrasi Kebakaran

Mereka ditangkap kabarnya karena ikut aksi demo di Bawaslu, Jakarta, pada 22 Mei 2019. Padahal informasi tersebut tidak benar. Luki langsung membantah adanya informasi tersebut, karena kabar itu adalah bohong.

"Ada informasi yang menyatakan ada masyarakat Madura tertangkap di Jakarta saat mengikuti aksi. Informasi tersebut tidak benar, kami mengirimkan pasukan ke Jakarta dan tidak ada masyarakat Madura yang tertangkap," terang Luki kepada wartawan, Kamis (23/5/2019).

Menurut Luki, pihaknya sudah melakukan sweeping terhadap masyarakat yang hendak pergi ke Jakarta seperti di pelabuhan, stasiun, terminal dan Suramadu agar digagalkan. Polda Jatim telah menggagalkan sebanyak 1.700 warga yang ingin ikut aksi ke Jakarta. Serta mengamankan sejumlah barang bukti seperti bom molotov dan clurit.

Seperti diketahui, sekelompok massa menyerang Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura tadi malam. Mereka juga membakar kantor polsek dan mobil patroli yang ada di lokasi. Polisi yang berada di polsek tidak mampu menghalau massa karena kalah jumlah.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini