nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Vandalisme di Flyover Manahan Solo Terekam Kamera Pengawas, Pelakunya 4 Pemuda

Agregasi Solopos, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 16:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 512 2060024 aksi-vandalisme-di-flyover-manahan-solo-terekam-kamera-pengawas-pelakunya-4-pemuda-PtdoRv4njc.jpg Aksi Vandalisme yang Diduga Dilakukan 4 Pemuda di Tembok Pembatas Flyover Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (24/5/2019). (foto: Nicolous Irawan/Solopos)

SOLO - Aksi vandalisme kembali terjadi di flyover Manahan, Solo, Jawa Tengah. Kali ini empat orang pemuda yang melakukan aksi tersebut berhasil terekam kamera Pengawas milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, pada Jumat (24/5/2019).

Berdasarkan pantauan Solopos di flyover Manahan, Jumat siang vandalisme berupa tulisan Remaja Sans berada di tembok bagian atas pertemuan arus flyover. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Solo, Ari Wibowo, mengatakan kamera pengawas di flyover merekam dengan jelas aksi vandalisme itu.

“Aksi itu dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB oleh empat orang pemuda yang menggunakan dua sepeda motor,” ujar Ari.

Baca Juga: OTK Bikin Gambar Mirip Kelamin di Masjid Al-Hikmah Cilandak Jaksel 

Ilustrasi CCTV (foto: Ist)

Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Hari Prihatno, prihatin dengan aksi itu. Sering kali ia mendapat laporan pada tengah malam kawasan flyover digunakan berkumpul pemuda. Padahal hal itu dilarang.

“Kami akan menindaklanjuti kasus ini. Bukti akan kami serahkan ke polisi dan Satpol PP agar diproses seuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, menegaskan vandalisme merupakan tindakan melanggar Peraturan Daerah (Perda) maupun tindak pidana.

“Kalau terlihat di kamera pengawas tinggal menangkap saja supaya jera. Kami akan menyelidiki sampai dapat pelakunya,” ujar Agus Sis.

Baca Juga: Pelaku Vandalisme Bakal Dipenjara Selama 3 Bulan & Denda Rp50 Juta 

Menurutnya, ancaman hukuman untuk pelaku vandalisme yakni kurungan hingga enam bulan dan denda Rp50 juta. Ia mengaku telah melakukan sosialisasi mengenai vandalisme di sekolah-sekolah Kota Solo.

Dia memperkirakan pelaku bukan merupakan warga Kota Solo seperti pada kasus-kasus vandalisme yang pernah terungkap sebelumnya yang kebanyakan dilakukan warga luar Solo.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini